09 Maret 2022

Sejalan Ketua Golkar Jatim, Kodrat Sunyoto: Saatnya Kembali Normal Pulihkan Kehidupan Masyarakat

Berita Golkar - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Kodrat Sunyoto meminta pemerintah menghentikan kebijakan penerapan PPKM. Permintaan tersebut sangat beralasan berdasarkan kondisi penanganan Covid-19, khususnya di Jawa Timur.

Politisi Partai Golkar ini menyebut saatnya kembali pada kondisi normal untuk pulihkan kehidupan masyarakat. Kondisi normal ini tentunya harus tetap diperhatikan oleh masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan Pemerintah tetap mempercepat target vaksinasi nasional.

“Penghentian kebijakan seperti PPKM ini sudah banyak dilakukan oleh beberapa negara di eropa, seperti Inggris, Irlandia, Finlandia, Belanda, Denmark, Perancis, Norwegia, Italia, dan Swedia,” katanya saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (9/3) kemarin.

Baca Juga: Wacana Pemilu Ditunda, Nusron Wahid: Usul Itu Sah, Tapi Harus Konstitusional!

Bahkan, lanjut Kodrat, pemulihan pada kondisi normal ini juga didukung oleh pendapat para ahli epidemologi bahwa penyebaran Covid-19 akan menjadi endemi, bukan pendemi lagi.

Meskipun Indonesia saat ini dihadapkan pada kasus penyebaran varian Omicron, tetapi Case Fatality Rate (CFR) tidak sampai melebihi kasus varian Delta yang terjadi selama Juli sampai Agustus 2021. Tingkat keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit Covid-19 pun masih aman karena tidak sampai melampaui batas ambang maksimal 60% yang ditentukan WHO.

CFR akibat varian Delta tertinggi terjadi pada 27 Juli 2021 dengan jumlah angka kematian sebanyak 2.069 jiwa dan tingkat keterisian BOR rumah sakit Covid-19 banyak yang mencapai 100% atau bahkan melebihi 100%.

Baca Juga: Ketua Golkar Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani Tolak Rencana Pembangunan Gedung DPRD Senilai Rp.30 Miliar

Sedangkan selama terjadinya penyebaran varian Omicron, kasus terkonfirmasi Covid-19 paling tinggi terjadi pada tanggal 16 Februari 2022 dengan jumlah sebanyak 64.718 kasus, angka ini melebihi kasus tertinggi akibat varian Delta pada 17 Juli 2021 dengan jumlah sebanyak 51.952 kasus.

“Namun, tingginya kasus terkonfirmasi Covid-19 akibat varian Omicron tersebut masih dapat dikendalikan oleh Pemerintah dan Pemerintahan Daerah, termasuk di Provinsi Jawa Timur, karena BOR pada semua rumah sakit tidak sampai melebihi batas maksimal 60% dan CFR sangat rendah,” ulas Kodrat.

Pada tanggal 4 Maret 2022, lanjut dia, CFR mencapai 328 jiwa dan tanggal 5 Maret 2022 sebanyak 322 jiwa. “Semua ini tentunya karena dipengaruhi oleh pola hidup baru masyarakat dengan secara ketat menerapkan protokol kesehatan dan keberhasilan Pemerintah dalam program vaksinasi,” sambungnya.

Baca Juga: Hentikan Panic Buying Minyak Goreng, Nusron Wahid Desak Mendag Lutfi Segera Larang Ekspor CPO

Disamping itu, tambah Kodrat, sebagai wujud dari keberhasilan Pemerintah dan Pemerintahan Daerah dalam penanganan Covid-19, masyarakat Indonesia saat ini sudah terbiasa dengan kebiasaan hidup baru (New Normal) melalui protokol kesehatan 3-M untuk mencegah penularan Covid-19.

“Bahkan Pemerintah telah berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sebanyak 135.766.676 warga Indonesia atau mencapai 65,23% sejak 13 Februari 2022. Untuk di Provinsi Jawa Timur, program vaksinasi sudah mencapai 22.729.952 jiwa atau 71,42%,” beber Ketua MKGR Jatim ini.

Perlu diketahui, kasus Penyebaran Covid-19 yang terjadi lebih dari 2 tahun sejak tanggal 2 Maret 2020 di Indonesia, telah berdampak besar terhadap perubahan segala kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia: Masyarakat Jangan Asal Simpan Sertifikat Tanah di Bank Tanpa Perhitungan

Banyak masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga melahirkan banyak pengangguran dan kemiskinan, kegiatan pembelajaran pada semua jenjang pendidikan diselenggarakan secara daring telah menimbulkan penurunan kualitas lulusan, kehidupan sosial keagamaan yang dijalankan secara tidak normal akibat Covid-19 telah banyak melahirkan ketidakharmonisasn dalam masyarakat.

Sebelumnya, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Partai Golkar Jawa Timur, M Sarmuji telah memberi masukan penting kepada pemerintah terkait kondisi penanganan Covid-19 di daerah. Khususnya menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1443 H mulai awal April 2022 mendatang.

Setelah menemui masyarakat sejumlah daerah di Jatim, Sarmuji melihat kesadaran protokol kesehatan di masyarakat semakin baik dan penyebaran Covid-19 varian omicron terus menurun.

Baca Juga: Di Bawah Komando Jerry Sambuaga, Ajus Linggih Optimis AMPI Makin Solid

Anggota DPR RI Komisi XI ini pun berharap setelah ini, mudah-mudahan status PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai turun levelnya.

“Melalui forum ini saya mengusulkan, Baik sebagai anggota DPR RI maupun sebagai Ketua Golkar Jawa Timur, kalau bisa sebelum romadhon, PPKM ini Sudah bisa dicabut,” tegas Sarmuji, disela kegiatan Audit Organisasi Partai Golkar di Kabupaten Tulungagung, Kamis (3/3) lalu. {harianbhirawa}

fokus berita : #Kodrat Sunyoto