09 Maret 2022

Hari Perempuan Internasional, DPP Pengajian Al-Hidayah Bahas Isu Kesehatan Mental Saat Pandemi

Berita Golkar - DPP Pengajian Al-Hidayah mengadakan Webinar Memperingati Hari Perempuan Internasional dengan tema “Menjaga Kesehatan Fisik, Mental, Spiritual, dan Sosial di Masa Pandemi Covid-19” pada Selasa (8/3/2022) secara daring di Jakarta.

Dibuka oleh Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, acara ini yang dihadiri 200-an peserta ini menghadirkan narasumber yang menarik dan kompeten di bidangnya, di antaranya, Arianti Anaya (Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementrian Kesehatan RI), Lena Maryana Mukti (Duta Besar Indonesia untuk Kuwait), dan Zein Permana (Psikolog dan Founder HEI Academy).

Baca Juga: Hetifah: Perubahan Status Pandemi COVID-19 Menjadi Endemi Harus Ada Aturan dan Standar

“Selama dua tahun ini, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia. Saat ini kasus aktif Covid-19 telah mencapai 475.951 kasus, di mana telah terjadi penurunan yang signifikan. Namun, berdasarkan KMK no. 382 tahun 2020, tentang Protokol Kesehatan, kita masih harus menjaga protokol kesehatan terutama di tempat umum, agar pandemi ini segera berakhir,” ungkap Arianti Anaya.

Lena Maryana Mukti menyampaikan jika pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga dari sisi kesehatan mental. Covid-19 dipercaya telah menyebabkan Pandemic Fatique yang dapat menurunkan imunitas akibat kelelahan yang berkepanjangan akibat kurangnya bersosialisasi dan tidak adanya kepastian pandemi akan berakhir.

Sebagai seorang psikolog, Zein Permana memaparkan bahwa ada beberapa perilaku yang berkembang akibat adanya pandemi ini di antaranya: otot pendek, mudah lelah, awkward facial expression, fatique self exposure, kelupaan jangka pendek, hingga menyebabkan hilangnya fokus.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Naik, Firman Soebagyo: Jangan Bergantung Kepada Pihak Asing

Solusi mengatasi hal tersebut, Zein menjelaskan menjelaskan jika mengelola informasi yang masuk menjadi penting terutama pola pikir kita dalam memfilter informasi yang masuk ke dalam pikiran kita. Karena, kita harus dapat memfasilitasi emosi kita, terutama emosi-emosi yang dapat memicu stress dan depresi.

Hetifah menyampaikan jika pemahaman dan solusi mengatasi kesehatan mental ini sangat penting, terutama di era pandemi, apalagi beban kerja perempuan di masa pandemi ini meningkat hingga banyak perempuan yang kehilangan pekerjaan.

“Saya rasa webinar seperti ini penting, terutama bagi ibu-ibu dan perempuan. Di momen Hari Perempuan Internasional ini, saya berharap perempuan menjadi lebih aware terhadap dirinya sendiri, dan bisa mengelola emosi mereka dengan baik. Saat ini Komisi X DPR RI juga sedang menggodong RUU Praktik Psikologi agar masyarakat memiliki kemudahan dalam mengakses layanan psikologi,” tandas politisi partai Golkar ini. {kabarpolitik}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah