12 Maret 2022

Harga Minyak Goreng di Kendari Tembus Rp.70 Ribu Per Liter, Andi Sinulingga: Cuma Terjadi di Era Jokowi

Berita Golkar - Dikabarkan harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus merangkak naik. Bahkan harga minyak di Kendari menembus Rp70.000 per liter. Jumlah ini menjadi kenaikan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang pedagang di Kendari mengungkapkan, stok minyak goreng di wilayahnya sempat kosong dalam tiga pekan terakhir. Polemik minyak goreng tampaknya hingga kini masih belum berakhir. Pasalnya, masih banyak masyarakat kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut.

Harga minyak goreng di Kendari yang capai Rp70.000 per liter ini lantas menarik perhatian politisi Partai Golkar, Andi Sinulingga. "Hanya terjadi pada masa presiden @jokowi," katanya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Twitter @AndiSinulingga.

Baca Juga: Mampu Atur Bawahan Secara Efektif dan Efisien, Ekonom Unair: Kinerja Menko Airlangga Sangat Baik

Kemudian, Andi Sinulingga melontarkan sindiran keras bahwa harga minyak goreng yang melambung ini belum pernah terjadi di presiden-presiden sebelum Jokowi. "Belum pernah ada presiden yg berprestasi seperti ini," pungkas Andi Sinulingga di akhir cuitannya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), meminta masyarakat di Kendari melapor jika menemukan adanya oknum, baik dari distributor maupun agen minyak goreng yang sengaja melakukan penimbunan.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra Siti Saleha secara terpisah mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait yang tergabung dalam TPID terus melakukan pengawasan dan pemantauan terkait perkembangan harga minyak goreng yang terus melejit.

Baca Juga: Meutya Hafid Minta RI Waspada Dampak Geopolitik dan Geoekonomi Perang Rusia Vs Ukraina

"Jangan sampai ada distributor yang nakal menjual dengan harga di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) kemudian ada penimbunan, melakukan penimbunan berarti mempengaruhi harga dan kelangkaan," ucapnya dikutip dari Antara.

Selain itu, kata dia, salah satu upaya lainnya dari pemerintah dalam mengatasi hal itu, yakni Disperindag Sultra akan menggelar operasi pasar di halaman kantor Perindag pada 15 Maret mendatang.

"Diupayakan tanggal 15 Maret ini Insya Allah kita sudah melakukan operasi pasar dan kalau habis stoknya nanti kami minta lagi ke distributor," tutur dia. {depok.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Andi Sinulingga