14 Maret 2022

Sulsel Lumbung Suara Indonesia Timur, Golkar Target Sapu Bersih Pemilu 2024

Berita Golkar - Target Partai Golkar pada Pemilu 2024 di wilayah Sulawesi sangat besar. Menjadikan wilayah ini menjadi lumbung suara dan menempatkan kader di kursi pimpinan legislatif tingkat kabupaten dan kota.

Dari enam provinsi di Sulawesi, saat ini, Golkar hanya mengontrol dua kursi ketua yakni DPRD Sulawesi Selatan dan DPRD Gorontalo. Khusus 24 daerah di Sulsel, Golkar mengantongi kursi pimpinan di kisaran belasan kursi. Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menargetkan partai beringin bisa menang mutlak di Indonesia timur.

Menurut Airlangga, selama ini, Sulawesi tetap menjadi lumbung suara bagi Partai Golkar. “Jangkar Golkar ada di Sulawesi. Saya ingin Golkar menang mutlak di Indonesia timur,” ujar Airlangga, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Pemenangan Pemilu, se-Sulawesi, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Gus Adhi: Kemajuan Teknologi Jangan Buat Generasi Muda Tercabut Dari Akar Budaya

Airlangga menambahkan, Golkar di Sulawesi adalah partai pemenang. Ia meminta kemenangan ini tetap dijaga. “Saya minta Sulsel tetap menjadi lumbung Partai Golkar. Dan saya minta Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, mari Bung, rebut kembali!” tegas Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan, anggota legislatif dari Partai Golkar di seluruh tingkatan dari pusat sampai kabupaten/kota adalah ujung tombak kemenangan di Pemilu 2024.

Ia meminta seluruh fungsionaris partai mulai melakukan pendekatan ke masyarakat untuk Golkar. Bukan untuk diri sendiri masing-masing calon anggota legislatif. “Saya ingin mengajak segenap pengurus partai baik itu pimpinan, anggota DPR RI, anggota DPRD, kita semua bertekad untuk memenangkan Partai Golkar di 2024,” tegasnya. 

Airlangga mengingatkan, kemenangan terakhir Golkar adalah pada 2004. Sejak itu, Golkar selalu berada di posisi nomor dua.

Baca Juga: Gantikan Nurdin Abdullah, Andi Ina Kartika Sari Resmi Pimpin IPHI Sulsel

“Masa dua puluh tahun, masa yang sudah cukup. Sudahlah, kita selesai di posisi nomor dua dan marilah bangkit untuk merebut posisi nomor satu,” tegas Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini juga mengingatkan agar kader Golkar tidak terlalu sering melihat ke arah samping kanan-kirinya.

Ia meminta seluruh kader fokus menatap ke depan, arah kemenangan di Pemilu 2024. Airlangga mengibaratkan semangat seorang pemuda yang memperjuangkan cintanya untuk meraih kemenangan 2024.

“Selama janur kuning belum melengkung kita berjuang terus. Tidak usah menoleh kiri kanan, kita gas terus, kita garap terus untuk menang,” tegas Airlangga.

Baca Juga: Walikota Surabaya Eri Cahyadi: Saya Masuk Golkar, Merasa Seperti Masuk Rumah Sendiri

Airlangga mengatakan kunci menuju kemenangan partai adalah soliditas dan satu tujuan dari seluruh unsur partai, termasuk ormas dalam Partai Golkar. “Seluruh ormas harus dihidupkan, mesin partai dipanaskan. Saya minta ketua-ketua DPD Golkar mari aktifkan ormas yang ada,” ujarnya.

Airlangga ini mengingatkan bahwa partai beringin pernah punya pengalaman buruk saat tidak solid. “Saat Golkar tidak solid, hanya meraih nomor dua. Oleh karena itu, semua ormas harus solid, semua kader harus solid untuk bisa meraih kemenangan,” ujar dia.

Airlangga Kenalkan Taufan Pawe ke Ulama

Dalam lawatanya di Makassar, Airlangga Hartarto menghadiri beberapa acara. Mulai Rakornas Golkar, menghadiri Diskusi di Unhas, hingga pertemuan dengan ulama di Makassar. Pada kesempatan itu juga, Airlangga memperkenalkan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe sebagai pemimpin masa depan.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Pemuda Pancasila Jaga Ideologi Pancasila

“Bapak Taufan Pawe adalah Wali Kota Parepare yang juga merangkap sebagai Ketua Golkar Sulsel,” ujar Airlangga Hartarto di acara silaturahmi ulama se-Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Sabtu lalu.

Tak hanya itu, Airlangga juga memperkenalkan Taufan di kuliah umum Menko Bidang Perekonomian RI di Fakultas Hukum Unhas Makassar. “Hadir juga di sini bapak Taufan Pawe. Beliau ternyata alumni Unhas, ya,” kata Airlangga di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika Unhas Makassar.

Direktur Profetik Institute, Asratillah menilai sah-sah saja seorang pimpinan partai mulai memperkenalkan jagoannya untuk meraih simpati di Sulsel. Menurut dia, bagi aktor politik yang ingin maju dalam kontestasi politik tertentu terutama pilkada dan Pilgub di Sulsel 2024, maka menjadi nakhoda dari sebuah partai politik merupakan modal politik yang sangat besar.

“Apalagi menjadi ketua untuk parpol sekelas Golkar, yang telah memiliki infrastruktur politik besar di Sulawesi Selatan,” ujar Asratillah.

Baca Juga: Pengamat: Kualitas Kader Golkar Sangat Baik Dibandingkan Kader Parpol Lain

Menurut dia, posisi Taufan Pawe sebagai ketua Partai Golkar Sulsel, secara otomatis menambah modal politiknya secara signifikan. Cuman yang menjadi tantangan bagi TP adalah, bagaimana mengkonversi jumlah kader dan simpatisan politik Golkar Sulsel yang besar ini menjadi dukungan elektoral bagi dirinya pada perhelatan politik nanti.

Menurut dia, untuk melakukan hal tersebut maka ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh TP. Pertama, TP mesti menorehkan legacy di Golkae Sulsel, dan salah satu cara untuk melakukan itu adalah dengan mengupayakan pertambahan perolehan kursi Golkar Sulsel secara signifikan.

Kedua, TP mesti menjalin komunikasi politik yang hangat dengan elit-elit Golkar Sulsel. Selain itu, sebagai Ketua Golkar Sulsel, TP mesti mengemas pesan komunikasi politik mengenai dirinya secara apik kepada publik Sulsel.

Baca Juga: Gelar Rapimda dan Rakorda, Arif Fathoni Tegaskan Komitmen Golkar Surabaya Jadi Jembatan Pengabdian Masyarakat

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Sukri menilai dilihat dari posisi TP sebagai ketua Partai Golkar Sulsel maka paling tidak secara politik memiliki modal politik awal yang cukup.

“Apalagi Golkar merupakan partai yang cukup dominan di beberapa wilayah di Sulsel. namun tentu saja hal tersebut bukan aspek satu satunya,” kata Sukri.

Menurut dia, TP tentu harus bersaing dengan beberapa nama lain yang juga potensial baik yg merupakan kader partai politik maupun non-partai. “Artinya TP juga harus mampu melebihi nama-nama potensial tersebut,” jelasnya.

Sedangkan, pada posisi ini TP dan Golkar Sulsel tentu masih harus bekerja lebih baik agar potensi elektabilitasnya dapat bersaing dengan kandidat lain dalam sisa waktu menuju Pilgub nanti. “Karena tentu saja Golkar berharap akan mendukung kandidat yang memiliki potensi besar untuk menang demi mengembalikan tradisi mereka setelah pada periode ini tidak berhasil,” imbuh dia.

Baca Juga: Pejuang Receh Sleman Deklarasikan Dukungan Untuk Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Direktur lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandi Sam mengatakan bahwa target Golkar di Sulawesi maupun Indonesia Timur adalah hal wajar.

Menurut Nursandi, khusus di Sulsel, Taufan Pawe selaku Ketua Golkar Sulsel beberapa kali mendapat amanah Gokar untuk hajatan nasional. Itu menandakan pengurus pusat memberi kepercayaan kepada TP di Sulsel.

“Kami ita melihat Taufan Pawe terus dipercaya dan cukup diandalkan untuk menjalankan amanah selaku Ketua di Golkar Sulsel oleh Airlangga Hartarto,” kata Nursandi.

Menurutnya, sikap Ketum AH yang ditunjukkan ke TP sudah tepat dan memang perlu dilakukan untuk menjaga harmoni kebersamaan di tubuh Golkar Sulsel. “Bicara peluang maju di Pilgub Sulsel 2024, kans TP sangat terbuka. Tapi mesti melewati beberapa ujian,” imbuh Nursandi.

Baca Juga: Jokowi Kemah di IKN Nusantara, Hetifah: Simbol Pemerintah Ambil Kebijakan Berbasis Bukti

Dia mengatakan TP memiliki tugas besar bersama Golkar Sulsel. TP lebih dahulu perlu menunjukkan kinerja dan capaian pada pileg dan pilpres 2024. Di fase ini, sangat krusial bagi TP bila ingin menjadikan Golkar sebagai tunggangan politik di Pilgub Sulsel 2024.

“Di samping itu, TP punya tugas personal di luar Golkar. Ia perlu menaikkan nilai elektoralnya jika ingin diusung oleh partainya sendiri dan dilirik oleh parpol lain,” kata Nursandi.

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan melihat internal Golkar, Taufan Pawe memang dipersiapkan maju di Pilgub 2024 nanti.

Baca Juga: Made Bagiasa: Manfaat Rembug Desa Sangat Besar Untuk Wujudkan Kamtibmas

“Itu sudah hampir pasti, karena dia sudah diberikan amanah mengendalikan mesin Partai Golkar. Sangat tidak masuk akal kalau TP diberikan amanah sebagai ketua DPD I namun bukan diusul,” ujar Suwadi.

Namun kursi calon gubernur tersebut bisa lepas jika eletoral Taufan Pawe tidak mampu bersaing dengan nama-nama populer lainnya. “Kalau tidak bisa jadi calon gubernur, kemungkinan hanya sebagai calon wakil,” pungkasnya. {rakyatsulsel}

fokus berita : #Airlangga Hartarto