14 Maret 2022

Primadona Pilkada DKI Jakarta 2024, Airin Rachmi Diany Jadi Rebutan Nasdem dan Gerindra

Berita Golkar - Mantan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmy Diani, bakal jadi rebutan partai politik untuk dimajukan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Saat ini, Airin tengah digadang-gadang bakal berduet dengan Bendahara Umum Partai Nasdem yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni.

Potensi duet Sahroni-Airin memang sudah lama terdengar, namun baru beberapa hari ini kian menguat. Apalagi, setelah pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di mana keduanya ikut dalam pertemuan tersebut.

Meski duet Sahroni-Airin kian menguat, Partai Gerindra ternyata punya keinginan juga untuk menduetkan wali kota Tangsel dua periode itu dengan salah satu kader terbaiknya. Gerindra menilai, terlalu dini menarasikan duet Sahroni-Airin untuk Pilgub DKI Jakarta nanti.

Baca Juga: Pengamat: Kualitas Kader Golkar Sangat Baik Dibandingkan Kader Parpol Lain

Menurut Ketua Dewan Pembina DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohammad Taufik, Airin masih punya peluang diduetkan dengan kader Gerindra yang saat ini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

"Sangat mungkin Ariza-Airin. Politik itu kan tidak berhenti hari ini. Ini dinamis. Bisa saja Ariza-Airin karena threshold harus dapat. Kalau misal Gerindra-Golkar dapat tuh, kursinya dapat," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (11/3/2022) malam.

Taufik tidak menampik sosok Airin memiliki daya tarik positif untuk Jakarta. Sebab, selama ini pemimpin Jakarta didominasi laki-laki. Kehadiran Airin yang digadang-gadang akan turut meramaikan bursa Pilgub DKI Jakarta, dinilai akan menarik perhatian publik terhadap sosok pemimpin perempuan di Ibu Kota.

Baca Juga: Gelar Rapimda dan Rakorda, Arif Fathoni Tegaskan Komitmen Golkar Surabaya Jadi Jembatan Pengabdian Masyarakat

Selain itu, Taufik berpandangan, pengalaman Airin sebagai wali kota Tangsel menjadi portfolio positif untuk menggaet suara warga Jakarta.

"Airin punya peluang di-supply masyarakat Jakarta. Karena menurut saya, sekarang era pemimpin perempuan di Jakarta kan belum pernah. Saya meyakini dia akan digandrungi nanti. Dia perempuan cerdas, gelarnya doktor. Saya yakin potensi pemilihnya besar," ujar Taufik.

Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem di DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan, pihaknya masih menunggu arah politik dari pengurus partai pusat perihal duet Sahroni-Airin di Pilgub DKI Jakarta. Wibi memandang, kedua tokoh tersebut memiliki daya tawar menarik untuk menjadi pemimpin Jakarta.

Baca Juga: Pejuang Receh Sleman Deklarasikan Dukungan Untuk Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

"Bang Roni (Ahmad Sahroni) adalah tokoh muda Jakarta yang juga anggota DPR perwakilan Jakarta, Wakil Ketua Komisi III DPR, tentu memiliki posisi tawar yang menarik untuk bisa maju menjadi gubernur Jakarta. Sedangkan, Bu Airin adalah mantan wali kota Tangerang Selatan," kata Wibi.

Wibi pun masih enggan menyampaikan pernyataan lebih jauh mengenai rencana duet Sahroni-Airin tersebut. Dia mengatakan, ada peran masyarakat untuk menilai kepantasan calon pemimpin Jakarta itu.

"Semua kami kembalikan kepada warga Jakarta untuk menilai. Kami Nasdem DKI juga menunggu arahan dari DPP terkait hal ini," ungkapnya.

Sekjen Partai Nasdem, Johnny Plate, menilai Sahroni-Airin sebagai duet yang cocok untuk Pilgub DKI Jakarta. Pengalaman keduanya dinilai dapat bermanfaat bagi pembangunan di Ibu Kota. Johnny tidak menampik kemungkinan koalisi Nasdem dan Golkar untuk Pilkada Jakarta. Namun, tetap harus melalui proses yang panjang.

Baca Juga: Jokowi Kemah di IKN Nusantara, Hetifah: Simbol Pemerintah Ambil Kebijakan Berbasis Bukti

"Kerja sama politik Nasdem-Golkar di DKI Jakarta tentu punya potensi, namun proses politik dan konsolidasi politik masih cukup banyak waktu dan masih panjang. Marilah bersama-sama kita mencari cagub DKI Jakarta yang tepat," kata Johnny kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).

Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut menyatakan, NasDem juga berencana melakukan penjajakan politik dengan partai lain untuk membentuk koalisi yang akan memberikan tiket duet Sahroni-Airin.

"Persyaratan threshold pilkada 20 persen adalah imperative. Karenanya harus terlebih dahulu dilakukan untuk memenuhi prasyarat UU," ujarnya. {infoindonesia}

fokus berita : #Airin Rachmy Diani