15 Maret 2022

Heran Fenomena Aneh Crazy Rich, Dedi Mulyadi: Tiba-Tiba Kaya, Kemudian Ditangkap Polisi

Berita Golkar - Dedi Mulyadi yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, menyoroti fenomena Crazy Rich yang sedang marak di Indonesia.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut mengaku heran dengan fenomena orang yang mendapat kekayaan secara instan dengan hasil memuja di dunia maya yang kemudian malah ditangkap oleh polisi. Hal tersebut dikatakan oleh Dedi Mulyadi ketika dihubungi dari Purwakarta pada Selasa, 15 Maret 2022.

"Di Indonesia banyak fenomena yang aneh. Mereka anak-anak muda yang tiba-tiba kaya karena memuja pada dunia maya dan dunia digital kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, kemudian ditangkap polisi,” katanya.

Baca Juga: Terima Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Bamsoet: Peletakan Batu pertama Pembangunan Sirkuit F1 Bintan 17 Maret 2022

“Crazy Rich banyak yang memuja di dunia maya, tumbalnya ya orang yang berharap kaya," tambah Dedi Mulyadi.

Diketahui, saat ini polisi telah menangkap dua tokoh yang dijuluki Crazy Cich karena diduga melakukan kasus penipuan sehingga menimbun kekayaan untuk kepentingan sendiri.

Kedua tokoh tersebut adalah Indra Kenz yang dijuluki Crazy Rich Medan, serta Doni Salmanan yang dijuluki Crazy Rich Bandung. Kedua Crazy Rich tersebut saat ini diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Diketahui, nilai kerugian yang didapatkan oleh para korban dalam kasus penipuan tersebut totalnya mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga: Gandeng PK Golkar Pondokgede, Ade Puspitasari Gelar Senam Massal dan Bazaar Minyak Goreng

Menurut penilaian Dedi Mulyadi, para Crazy Rich tersebut bergelut dalam sebuah permainan aplikasi digital yang berujung pada penipuan hingga merugikan masyarakat.

Dirinya juga menambahkan bahwa permainan tersebut sengaja didesain untuk tidak dapat dimenangkan oleh siapapun sehingga menyebabkan kerugian yang besar terhadap masyarakat.

Anggota DPR tersebut juga menyamakan aplikasi digital tersebut dengan praktek pesugihan untuk mendapatkan kekayaan instan. "Kalau zaman dulu orang pengen kaya, mereka memuja ke gunung nanti ada yang dikorbankan dan nanti yang menumbalkannya jadi kaya,” katanya.

“Sekarang mereka memuja pada dunia maya kemudian yang dikorbankan para warganet. Itu sama saja," tambahnya.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia: Pemuda Sultra Harus Ambil Peran Kelola Potensi Sumber Daya Alam

Oleh karena itu, Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk lebih waspada lagi terhadap segala hal di dunia maya atau dunia digital. Menurutnya, segala sesuatu memerlukan proses dan tidak ada yang instan, termasuk untuk menjadi kaya.

"Tidak ada hal yang tiba-tiba datang. Kalau ada yang tiba datang, itu memuja namanya," katanya dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara.

Tak sampai di situ, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak percaya lagi terhadap metode cepat kaya dengan instan seperti yang digaungkan oleh para Crazy Rich.

Baca Juga: Konsolidasi di Manggarai Timur, Melki Laka Lena Atur Strategi Golkar NTT Menang Pemilu 2024

Menurut Dedi Mulyadi, masyarakat harus mewujudkan harapan mereka di dunia nyata dan bekerja keras bila ingin cepat kaya. Terakhir, dirinya berharap polisi dapat mengusut lebih luas kasus penipuan lainnya agar masyarakat yang dirugikan tidak bertambah.

"Mudah-mudahan polisi bisa terus mengusut berbagai pihak yang menjadikan dunia digital sebagai lahan bisnis dengan melakukan penipuan, pemerasan terhadap orang lain," katanya. {bekasi.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Dedi Mulyadi