18 Maret 2022

Bamsoet Harap Muktamar IDI di Banda Aceh Bantu Wujudkan Visi Indonesia Sehat 2045

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-31 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang akan diselenggarakan pada 22-25 Maret di Banda Aceh. Melalui kegiatan tersebut diharapkan IDI bisa menjadi organisasi yang semakin solid dan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2045.

"IDI harus bisa membantu pemerintah mewujudkan peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Mulai dari peningkatan usia harapan hidup, hingga pengendalian berbagai penyakit menular.

Karenanya, berbagai persoalan yang dihadapi oleh para dokter harus bisa diselesaikan sedini mungkin. Seperti menyangkut pemerataan dokter di seluruh Indonesia, meningkatkan kualitas daya saing dokter Indonesia melalui peraturan hukum terkait, hingga meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan tenaga kesehatan Indonesia," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga: Minta 300 Ayat Al-Qur'an Dihapus, Ace Hasan Harap Pendeta Saifuddin Ibrahim Ditindak Tegas: Bikin Onar

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan jumlah dokter di Indonesia per 31 Desember 2020 sebanyak 123.961 jiwa. Sebaran dokter dari jumlah tersebut tidak merata. Bamsoet menjelaskan, sebanyak 57,63 persen atau 71.286 jiwa masih berpusat di Pulau Jawa. Bahkan 17.032 jiwa diantaranya berada di DKI Jakarta.

"Selain keberadaan dokter yang belum merata, tantangan lainnya mewujudkan visi Indonesia Sehat 2045 yakni harus membuat industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri semakin tumbuh. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pada tahun anggaran 2021, pemesanan alat kesehatan produksi dalam negeri jumlahnya hanya mencapai Rp 2,9 triliun. Sementara pemesanan alat kesehatan impor jumlahnya empat kali lebih besar, mencapai Rp 12,5 triliun," tambahnya.

Bamsoet menambahkan Presiden Joko Widodo sudah menegaskan dari sekitar 5.462 alat kesehatan impor, mulai tahun 2022 nanti sudah harus tersubstitusi oleh produk lokal dengan target substitusi minimal 35 persen. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, setidaknya sudah ada 358 jenis Alkes yang diproduksi di dalam negeri, dan 79 jenis Alkes yang menjadi substitusi/pengganti produk impor.

Baca Juga: Dilantik Jadi Ketua Golkar Banjar, H Rusli Minta Kader Berkualitas, Berdaya Saing dan Siap Tempur

Menurutnya, agar target tersebut bisa direalisasikan maka butuh dukungan banyak pihak seperti rumah sakit dan dokter supaya lebih mengedepankan penggunaan alat kesehatan lokal.

"Laporan Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) yang merujuk data Kementerian Keuangan mencatat bahwa dalam APBN 2019, pengadaan alat kesehatan di rumah sakit pemerintah mencapai Rp 9 Triliun.

Pada tahun 2020 meningkat menjadi Rp 18 triliun karena adanya pandemi COVID-19. Jika digabungkan dengan anggaran APBD, BUMN, dan swasta, total belanja alat kesehatan di Indonesia berkisar Rp 50 triliun per tahun. Sangat disayangkan jika anggaran sebesar itu lebih banyak dinikmati oleh produsen alat kesehatan dari luar negeri," tutupnya. {detik}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet