19 Maret 2022

Golkar DKI Jakarta Minta PTM 100 Persen Segera Digelar, Basri Baco: Apalagi Yang Ditunggu?

Berita Golkar - Golkar menyebut para pelajar di DKI Jakarta harusnya bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Golkar mempertanyakan alasan Pemprov DKI belum memulai PTM 100 persen.

"Seharusnya sudah bisa masuk semua lagi. Sudah bebas juga orang di mana-mana," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, kepada wartawan, Jumat (19/3/2022).

Dia mengatakan vaksinasi Corona atau COVID-19 di DKI Jakarta sudah baik. Dia juga menyebut tingkat keparahan pasien COVID-19 di Jakarta juga kecil. "Kan virusnya sudah tidak ada yang berbahaya. Vaksin sudah maksimal, virus sudah lemah," katanya.

Baca Juga: Mendag Lutfi Ungkap Mafia Minyak Goreng, Airlangga Hartarto Tegas: Tangkap Saja!

"Apa lagi yang ditunggu?" ucapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berbicara mengenai kemungkinan sekolah akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Hal ini menyusul mulai diberlakukannya pelonggaran kapasitas di sejumlah sektor.

"Insyaallah ini kalau pelonggaran sudah dimulai, transportasi bahkan sudah sampai 100 persen, Insyaallah PTM juga akan dimulai sampai 100 persen. Tapi waktu persisnya silakan nanti sedang dalam evaluasi segera akan disampaikan," kata Riza kepada wartawan, Selasa (15/3).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Abraham Wirotomo mendorong agar PTM 100 persen diberlakukan lagi karena fasilitas internet di beberapa sekolah yang belum memadai. Selain itu, mengingat level PPKM di Jawa-Bali terus turun.

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Hilang di Pasaran, Bupati Batang Desak Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar

"Tidak semua guru dan terfasilitasi gadget dan internet dengan baik. Belum lagi soal teknologinya. Ini yang dikhawatirkan bisa membuat pelaksanaan ujian online tidak maksimal," kata Abraham dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, guna menepis kekhawatiran munculnya lonjakan kasus COVID-19 pada pelaksanaan PTM, pemerintah daerah harus meningkatkan testing COVID-19 dengan pendekatan penemuan kasus aktif atau active case finding (ACF).

Menurutnya, ini adalah salah satu cara untuk menentukan apakah sekolah itu aman atau tidak. "Sejauh ini testing ACF di sekolah menurun. Ini menjadi PR bagi pemerintah," ucapnya. {detik}

fokus berita : #Basri Baco