20 Maret 2022

Made Bagiasa Ajak Masyarakat Lampung Tengah Jadikan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Drs. I Made Bagiasa mengajak masyarakat masyarakat kampung Utama Jaya untuk menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup.

Ajakan itu disampaikan oleh Made Bagiasa, pada Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IP-WK), di Balai Kampung Utama Jaya Mataram Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (20/3/2022).

Menurut Made Bagiasa, Pancasila perlu menjadi pandangan hidup, karena nilai-nilainya berasal dari kepribadian Bangsa Indonesia sendiri yang beraneka ragam dengan 17.000 pulau, 718 Bahasa, 1.340 suku, agama serta kepercayaan sebagai cara pandang untuk memperkuat watak dan karakter bangsa. Sehingga Sila Pancasila di implementasikan dalam kehidupan sehari hari.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih: Tak Perlu Hak Angket Minyak Goreng, Biarkan Komisi VI DPR Bekerja Dulu

Made Bagiasa menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan sebagai agenda kerja DPRD Provinsi Lampung berkeliling se-Kabupten Lampung Tengah. Made Bagiasa juga anggota Fraksi Partai Golkar dalam kegiatan ini sekaligus melaporkan kinerja yang sudah, sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Lampung.

Sebagai perwakilan masyarakat Lampung Tengah, Made Bagiasa anggota DPRD Lampung ini banyak menerima aspirasi yang disampaikan langsung oleh rakyat.

Sementara itu, Kapolsek Seputih Mataram Iptu Yudi Kurniawan dan Danramil diwakili oleh Serma Aris Sukamto, sebagai narasumber dalam paparan menyampaikan, bahwa kondisi kampung Utama Jaya dalam kondisi tertib, aman dan saling menghormati dengan mengedepankan musyawarah dan gotong royong dalam setiap kegiatan.

Baca Juga: Disaksikan Yahya Zaini, Ratusan Santri Nganjuk Deklarasi Dukung Airlangga Capres 2024

Dalam dialog terbuka masyarakat mohon arahan dan bimbingan bagaimana cara dan langkah yang dilakukan dalam penerapan Pancasila sehari-hari sila pertama akan kepercayaan kepada Tuhan oleh masing-masing agama. Bidang sosial budaya pada etika sopan santun akan penerimaan budaya barat.

Bidang hukum terhadap masyarakat kecil, Sila Kelima keadilan bagi petani akan harga pertanian serta harga kebutuhan pokok rumah tangga. Disampaikan oleh narasumber, bahwa rumusan Lima Sila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar negara untuk mempersatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Menjaga 4 pilar kebangsaan untuk menangkal intoleransi, radikalisme dan terorisme sehingga bangsa Indonesia bisa tetap tegak berdiri sebagai negara yang bermartabat dan berdaulat.

Baca Juga: Terancam Punah, Hetifah: Bahasa Asli Kaltim Urgen Direvitalisasi dan Dilestarikan

Hadir dalam sosialisasi pembinaan IP-WK antara lain, Kepala Kampung Utama Jaya Hendri Sis Suyetno beserta aparatur Kampung, Kapolsek Seputih Mataram Iptu Yudi Kurniawan dan Danramil yang diwakili oleh Serma Aris Sukamto. Kepala Dusun, Ketua RT, KWT Mekar Asri, Gapoktan serta perwakilan kelompok tani dari (Guna Usaha, Sudi Makmur, Mitra Tani, Usaha Tani Jaya, Rezeki Sampurno, Rejeki Utama, Murni Jaya, Tani Jaya dan Usaha Jaya). {warta9}

fokus berita : #Made Bagiasa