21 Maret 2022

Pastikan Usung Ahmed Zaki Iskandar di Pilkada 2024, Golkar DKI: Belum Ada Dasar Hukum Usung Airin

Berita Golkar - Sekretaris DPD Golkar DKI, Basri Baco mengatakan bahwa partainya tidak pernah menggadang Airin Rachmi Diany duet dengan politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilgub DKI Jakarta 2024.

Pernyataan itu disampaikan Basri ketika dimintai tanggapan terkait desas-desus poros Golkar-Nasdem mengusung Airin-Sahroni di Pilgub DKI Jakarta 2024. Desas-desus ini menguat usai pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.

"Kita di DKI melihatnya begini, yang pertama, di pertemuan dengan Nasdem itu sebenarnya kalau kita mau cermati, nggak ada pernyataan ketua umum (Airlangga) secara tegas dan lugas," ujar Basri Baco kepada AKURAT.CO, Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Musda Depidar XI SOKSI DIY, Supit Minta Suwardi Bantu Gandung Wujudkan DIY Jadi Lumbung Golkar

Basri mengatakan, tidak adanya keputusan ketua umum menduetkan Airin dengan Sahroni mengindikasikan bahwa kabar terbentuknya poros Golkar-Nasdem hanya ulah spekulan politik.

"Itu (Airin-Sahroni) masih spekulasi saja itu. Masih jauh. Belum ada dasar hukum yang kuat untuk Airin dengan siapapun," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI itu.

Meski begitu, Basri mengatakan kader Partai Golkar DKI Jakarta sudah sepakat mengusung Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Iskandar sebagai calon gubernur. Nama Zaki, kata dia, diputuskan dalam forum resmi partai dan merupakan rekomendasi peserta Musyawarah Daerah DPD Golkar DKI Jakarta.

"Kalau Bang Zaki itu, satu (diusung menjadi Cagub DKI Jakarta 2024) itu adalah hasil keputusan Musda atau rekomendasi Musda. Kedua, kan ketua Zaki juga Ketua Golkar DKI. Kader terbaik di DKI. Kan lucu dong yang ketua siapa yang dimajuin siapa," katanya.

Baca Juga: Puteri Komarudin Bakal Promosikan Kebijakan Berbasis Perspektif Gender di Sidang IPU Ke-144

Basri membantah bahwa DPD Golkar DKI Jakarta sentimen dengan Airin karena bukan pengurus Golkar Jakarta. Menurutnya, peristiwa pertemuan Airin-Sahroni di sela-sela pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum Nasdem Surya Paloh merupakan peristiwa biasa saja.

"Nggak ada yang sentimen (sama Airin). Sentimennya di mana. Kami anggap itu (isu Airin-Sahroni) juga belum apa-apa. Namanya politik kan biasa begitu yang goreng kiri, goreng ke kanan, klaim kiri, klaim kanan. Soal itu akhirnya keputusan partai yang definitif," katanya. {akurat}

fokus berita : #Basri Baco