23 Maret 2022

Golkar Lahir Untuk Bendung Komunis, Gandung Pardiman: Tanpa Pak Harto, Indonesia Sudah Jadi Negara Komunis

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI, Drs HM Gandung Pardiman MM mengatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur dan bangga dengan Alm mantan presiden Soeharto. Sehingga sampai detik ini komunis tidak bangkit kembali di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jikapun ada riak- riak komunis bangkit kembali berhasil ditumpas.

“Tanpa Pak Harto Indonesia mungkin sudah menjadi negara komunis. Kita semua menyadari bahwa sampai sekarang ini komunis belumlah mati, tetapi pasang surut, ” ujar Gandung dalam sosialisasi empat pilar, MPR RI, Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul, Selasa (22/3).

 

Baca Juga: Soal Minyak Goreng Langka dan Mahal, Maman Abdurrahman: Ulah Mafia dan Spekulan Ganggu Supply Chain

Gandung mengatakan, pihaknya prihatin dan sedih kalau sekarang banyak orang menghujat Soeharto. Kenyataan tersebut jadi indikasi bila paham komunis baru akan merangkak-rangkak bangkit kembali. Padahal waktu itu, Soehartolah yang telah membubarkan PKI pada 12 Maret 1966. Mulai dari tingkat pusat sampai daerah, organisasi yang berafiliasi PKI semua dibubarkan.

Oleh karena itu berdirinya Partai Golkar merupakan salah satu tujuannya ialah membendung pengaruh komunis di Indonesia. “Kita sebagai salah satu pendiri Partai Golkar, maka harus mempunyai sikap yang tegas. Bahwa kita anti komunis,” ujarnya. Oleh karena itu, sebagai bentuk perlawanan salah satunya dengan digelar sosialisasi empat pilar agar semua kader Golkar tidak pernah surut menjaga pancasila.

Terkait pembentukan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), salah satu tujuan utama ialah membendung pengaruh komunis bersama-sama. Dengan dibentuknya organisasi tersebut agar komunis tidak semakin meraja lela di Indonesia.

Baca Juga: Sempat Dirotasi, 7 Anggota Fraksi Partai Golkar Kembali ke Komisi XI DPR RI

Gandung juga menegaskan pentingnya menumbuhkembangkan sikap kejujuran dalam kehidupan berbangsa bernegara. “Jujur kepada orang tua dan jujur kepada bangsa dan negara ini. Banyak pemimpin tidak jujur pada negara,” ujarnya. {krjogja}

fokus berita : #Gandung Pardiman