24 Maret 2022

Hetifah Minta Para Pegiat Seni Kaltim Manfaatkan Dana Abadi Kemendikbud; Dana Indonesiana

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendukung penuh, peluncuran Dana Abadi Kebudayaan oleh Kemendikbudristek dengan dukungan dari Kementrian Keuangan. Kegiatan seni budaya tidak bisa dikuantifikasi secara periodik dan bisa berlangsung sepanjang tahun maupun di waktu-waktu yang tidak sesuai dengan tahun anggaran.

"Untuk itu Dana Indonesiana akan sangat bermanfaat bagi pemajuan budaya Indonesia," kata Hetifah melalui siaran pers yang diterima TribunKaltim.Co, Kamis (24/3/2022).

Politisi Partai Golkar ini mengimbau agar pegiat seni budaya dapat segera memanfaatkan Dana Indonesiana. Yakni, dengan mendaftarkan diri melalui laman Dana Indonesiana di website Kemendikbudristek RI.

Baca Juga: Ketua MK Bakal Nikahi Adik Jokowi, Sari Yuliati: Urusan Privat Jangan Dibawa ke Politik

“Saya berharap, khususnya untuk masyarakat Kalimantan Timur, agar bisa ikut berpartisipasi merevitalisasi budaya. Apalagi dengan adanya Ibukota Nusantara, Kalimantan Timur juga harus bisa menjadi pusat budaya Indonesia,” terang Hetifah.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI baru saja meluncurkan Dana Abadi Kebudayaan. Atau Dana Indonesiana melalui kegiatan Merdeka Belajar Episode Delapan Belas, Merdeka Berbudaya dengan Dana Indonesia.

Dana Indonesiana, merupakan dana yang diakumulasikan dalam bentuk dana abadi yang hasil kelolaannya, digunakan untuk mendukung kegiatan terkait pemajuan kebudayaan.

Baca Juga: Usai Masa Jabatan Bupati Sarolangun Habis, Cek Endra Berencana Maju ke DPR RI

Kegiatan tersebut dapat berupa dukungan institusional bagi organisasi kebudayaan, pendayagunaan ruang publik, kegiatan seni budaya, stimulan kegiatan ekspresi budaya,

Dokumentasi karya/pengetahuan maestro, penciptaan karya kreatif inovatif, dana pendampingan karya untuk distribusi internasional dan kajian objek pemajuan kebudayaan.

Berdasarkan amanat pasal 49 UU no. 5 tahun 2017, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) yang mengukur pemajuan kebudayaan.

"Namun, dalam aspek ekspesi budaya masih rendah. Untuk itu, diperlukan dana untuk merevitalisasi kegiatan ekspresi budaya yaitu dengan Dana Indonesiana ,” imbuh Nadiem Makarim. {tribun}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah