25 Maret 2022

Indopol: Airlangga Tak Punya Beban Sejarah, Hanya Perlu Penguatan Popularitas dan Elektabilitas

Berita Golkar - Di sela kegiatan sebagai Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam beberapa kesempatan melakukan kunjungan politik sebagai Ketua Umum Partai Golkar kepada sejumlah ketua umum parpol lain dan organisasi masyarakat.

Ia juga gencar “blusukan” ke berbagai daerah untuk memastikan jalannya berbagai program pemerintah. Kehadiran Airlangga di tengah masyarakat baik sebagai pembantu presiden bidang ekonomi maupun sebagai pemimpin politik dinilai sebagai kemampuan komunikasi politik yang efektif.

Kemampuan ini memperkuat posisinya sebagai calon presiden yang kredibel di mata publik. Menurut pengamat politik Indopol Survey Verdy Firmantoro, kehadiran Airlangga, baik sebagai Menko Perekonomian maupun Ketua Umum Partai Golkar, di tengah-tengah masyarakat merupakan bagian dari strategi komunikasi politik yang jitu dalam mempersiapkan pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Janjikan Harga Minyak Goreng Akan Turun Bertahap

"Tidak banyak pemimpin politik hari ini sekaliber capres yang memiliki kemampuan dan jangkauan komunikasi politik seefektif itu. Safari ke daerah-daerah tentu menjadi bagian penting untuk memastikan kerja mesin politik sampai ke akar rumput secara keseluruhan berjalan," kata Verdy kepada wartawan dikutip Jumat (25/3/2022).

Kehadiran tersebut, merupakan upaya meningkatkan channels of messages distribution, untuk memperluas saluran komunikasi dengan masyarakat melalui pertemuan langsung. Meski Verdy mencatat, agar tidak terjadi mispersepsi terkait kehadiran Airlangga ke daerah-daerah, bukan hanya kerja politik sebagai ketum partai, melainkan kerja untuk Indonesia.

Apalagi, menurut Verdy, di tengah situasi yang kurang kondusif seperti saat ini terkait berkembangnya isu perpanjangan masa jabatan presiden atau kelangkaan minyak goreng, pemerintah harus hadir untuk rakyat. Terkait peluang Airlangga dan Golkar dalam kontestasi pemilu 2024, Verdy menyebut peluang tersebut sangat terbuka.

Baca Juga: Gubri Syamsuar Bakal Dampingi Mendikbud Terima Sertifikat Pantun Warisan Budaya Tak Benda Dari UNESCO

Situasi politik sangat cair, berbagai kemungkinan bisa terjadi tergantung komunikasi politik untuk menemukan irisan-irisan yang strategis dengan berbagai pihak lain. "Pak Airlangga relatif tak punya beban sejarah, hanya perlu penguatan popularitas dan elektabilitas," ujarnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Menko Perekonomian, Verdy menilai kinerja Airlangga cukup baik menerjemahkan arahan dari Presiden. Kinerja tersebut juga dijalankan sebagai kerja kolektif dan sinergi lintas kementerian.

"Meski Menko secara khusus lebih mengarusutamakan fungsi koordinasi, termasuk mengatur dan mengawal kebijakan. Upaya pemulihan ekonomi harus menjadi fokus utama. Persoalan seperti kelangkaan minyak goreng dan kenaikan sejumlah harga sembako sudah semestinya perlu diantisipasi agar stabilitas tetap terjaga," tuturnya.

Baca Juga: Survei IPO: Elektabilitas Golkar Turun Ke Peringkat 4 Dengan 8,5 Persen

Verdy memaparkan, Hasil survei Indopol Survey juga mencatat nama Airlangga cukup potensial dalam bursa capres ke depan dari jalur ketua umum partai selain ada nama seperti Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono, atau Muhaimin Iskandar.

"Saya kira isu ekonomi kerakyatan dapat menjadi pilihan sentral yang digunakan untuk menaikkan kepercayaan publik terhadap Airlangga. Di situasi seperti saat ini dan ke depan, pemulihan ekonomi menjadi harapan semua. Tentunya branding politik itu juga relevan dengan kekuatan Partai Golkar. Peluang ke depan cukup besar, Golkar menjadi salah satu penentu arah koalisi," katanya.

Selain itu, menurut Verdy, peluang Airlangga di Pemilu 2024 cukup potensial. Jika Airlangga serius maju sebagai capres, harus bekerja lebih keras baik secara personal maupun mesin kepartaian.

Baca Juga: Kuasai 22 Kursi Parlemen, Golkar Indramayu Bidik 3 Kemenangan di Pemilu 2024

"Posisi sebagai ketua umum, tentu menentukan tiket koalisi menjadi modal utama Airlangga menuju 2024. Poinnya, mengerek figur menjadi identitas bersama untuk membangun narasi kolektif kepartaian itu tak sia-sia, selain gerakan lebih efektif, konsolidasi lebih mudah, kalau pun di jelang kontestasi pencapresan tidak jadi naik pun dapat meningkatkan bargaining position dalam simpul koalisi," ujarnya.

"Kekuatan Airlangga dalam bursa pilpres mendatang baik secara personal maupun kepartaian akan optimal jika bisa menggandeng minimal salah satu di antara Prabowo, Ganjar atau Anies dalam simpul koalisinya," tuturnya. {tribunnews}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Verdy Firmantoro