26 Maret 2022

Wagirin Arman: Aparat Penegak Hukum Harus Awasi Ketat Distribusi Minyak Goreng di Sumut

Berita Golkar - Aparat penegak hukum diminta mengawasi ketat pendistribusian minyak goreng (Migor) di Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Apalagi saat ini akan memasuki bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

“Kita minta ini serius, Polri harus awasi distribusi Migor dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Wagirin Arman kepada wartawan di Medan, Sabtu (26/3/2022).

Wagirin menekankan hal ini guna merespon Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi yang katanya akan menindak tegas oknum yang menimbun maupun mempermainkan harga Migor.

Baca Juga: Anggota FPG DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati Kecewa Jalan Alternatif Pantura Pati-Rembang Rusak Parah Karena Kendaraan Berat

“Kita dari dewan mendesak semua pihak jangan berspekulasi untuk minyak goreng ini. Selain merusak harga, akan ada sanksi berat karena ini benar-benar membuat rakyat makin susah,” cetus Politisi Senior Partai Golkar ini.

Wagirin juga memastikan di tengah langkanya Migor, ada pihak maupun perorangan dan korporasi yang ingin mencari keuntungan.

Menurutnya, tugas utama di Garda terdepan adalah aparat kepolisian dan Satgas Pangan untuk berkoordinasi agar tidak memberi ruang bagi mereka yang sengaja atau coba-coba mencari untung di tengah penderitaan rakyat. “Jangan beri sedikit pun celah permainan atau kongkalikong mempermainkan harga Migor,” cetusnya.

Baca Juga: Anak Muda Kreatif Sumedang Dukung Airlangga Hartarto Menangkan Pilpres 2024

Dalam kegiatan reses yang digelar di sejumlah titik di Deli Serdang, Wagirin mengakui, sebagian besar masyarakat mengeluhkan Migor. “Kalau pun ada harganya mahal, dan sulit terjangkau,” tuturnya.

Wagirin juga mengungkapkan, bahwa warga dan pedagang kecil tidak mengetahui distributor besar Migor, karena sulit menghubungi mereka. “Sampai di agen, harga yang sesuai HET untuk minyak curah RP14.000 per liter, dijual hampir Rp20.000 bahkan ada yang lebih,” jelasnya.

Prihatin dengan kondisi ini, mantan Ketua DPRD Sumut ini juga mendesak kepada aparat penegak hukum, khususnya Poldasu dan jajarannya di kabupaten/kota untuk proaktif mengawasi jalur distribusi, agar pasokan Migor tidak salah sasaran atau jatuh ke tangan orang yang ingin mencari untung.

Baca Juga: Perjalanan Karier Ketua Golkar Kota Pontianak, Bebby Nailufa: Politik Tidak Bisa Hitung-Hitungan

Wagirin juga mengetuk hari semua pihak, terutama yang berkaitan dengan penjualan Migor tidak boleh bermain-main dengan kepentingan rakyat dan ini adalah kepentingan yang sangat penting. Kalau Anda bermain-main, kita akan berhadapan dengan hukum,” pungkasnya. {kitakini}

fokus berita : #Wagirin Arman