27 Maret 2022

AS Minta Ukraina Diundang Ke G20, Bobby Rizaldi Minta RI Berpegang Pada Aturan

Berita Golkar - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta agar Ukraina diundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan digelar di Indonesia jika Rusia diundang. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi menilai Indonesia perlu berpegang pada aturan.

"Soal permintaan agar Ukraina diundang, walaupun dimungkinkan, tetapi sebagai negara bukan anggota G20, perlu dikaji kembali secara khusus dan dimintakan persetujuan semua negara anggota nya. Agar pertemuan G20 tetap efektif dan mencapai solusi sesuai agenda utamanya," kata Bobby kepada wartawan, Sabtu (26/3/2022)

"Semua dimungkinkan selama seluruh anggota menerima. Indonesia berpegang pada peraturan yang ada saja. Di mana saat ini Ukraina bukan anggota G20," lanjutnya.

Baca Juga: Pimpin Rapat Pleno DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah: Kombinasi Yang Enerjik dan Penuh Inovasi

Bobby menuturkan diundangnya Rusia dalam forum tersebut karena negara yang dipimpin Vladimir Putin itu masuk sebagai aggota G20. Sehingga kata Bobby, Indonesia sudah sesuai dengan aturan yang mewajibkan seluruh anggota G20 diundang termasuk Rusia.

"Soal diundang, tentu karena Indonesia berpegang pada aturan yang berlaku dan presidensi sebelum nya, berkewajiban mengundang seluruh anggota G20 termasuk di dalamnya Rusia," tuturnya.

Lebih lanjut, Bobby mengingatkan agar Indonesia tidak ikut campur dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Dia meminta Indonesia fokus pada tujuan utama yakni pemulihan ekonomi global.

"Dan Indonesia tidak perlu masuk dan terlibat dalam konflik di wilayah tersebut, tetap fokus pada agenda utama pemulihan ekonomi global," terangnya.

Baca Juga: Tertinggi di Survei TBRC, Pengamat Elektabilitas Airlangga Naik, Kemenangan di Pilpres Tergantung Mesin Partai Golkar

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden meyakini Rusia harus dikeluarkan dari G20, forum kerja sama ekonomi internasional yang tahun ini di bawah Presidensi Indonesia. Biden menambahkan, jika Indonesia sebagai Presiden G20 dan negara anggota lainnya tidak setuju, Ukraina harus diundang ke pertemuan G20.

Namun, Biden menambahkan, jika negara-negara anggota G20 lainnya, termasuk Indonesia, yang memegang Presidensi G20 tahun ini, tidak setuju untuk mengeluarkan Rusia, maka Ukraina--yang bukan negara anggota G20--seharusnya diizinkan ikut hadir dalam rapat G20 di Bali pada November mendatang.

"Itu tergantung pada G20. Itu dibahas hari ini, dan saya mengemukakan kemungkinan bahwa, jika itu tidak bisa dilakukan--jika Indonesia dan yang lain tidak setuju--maka dalam pandangan saya, kita harus meminta agar baik Ukraina bisa menghadiri pertemuan juga... pada dasarnya (memiliki) Ukraina untuk bisa menghadiri pertemuan G20 dan mengamati," jelas Biden dalam pernyataannya, dilansir CNN dan Reuters, Jumat (25/3) kemarin. {news.detik}

fokus berita : #Bobby Rizaldi