28 Maret 2022

Theo Sambuaga Dukung Penuh Sabam Sirait Jadi Pahlawan Nasional

Berita Golkar - Politisi senior Partai Golkar Theo L Sambuaga menyatakan dirinya mendukung penuh tokoh nasional Sabam Sirait menjadi pahlawan nasional. Menurut Theo, usulan Sabam menjadi pahlawan nasional merupakan usulan yang tepat karena pengalaman, perjalanan hidup, sikap dan perjuangan Sabam Sirait sudah memenuhi kriteria pahlawan nasional.

“Saya juga mendukung perjuangan untuk menjadikan Bang Sabam sebagai pahlawan nasional. Itu sudah sangat tepat kalau dimulai karena prosedur organisatoris administratif harus dimulai dari dukungan daerah, provinsi tempat asal Bang Sabam,” ujar Theo dalam seminar GMKI", di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Theo mengaku mengenal sosok Sabam Sirait sejak awal tahun 1970-an, saat Theo menjadi aktivis mahasiswa di Universitas Indonesia (UI). Ketika itu, Sabam yang umurnya 13 tahun lebih tua dari Theo, sudah menjadi senior di Fakultas Hukum UI.

Baca Juga: Ingin Golkar Transformasi Jadi Partai Modern, Erwin Aksa Ajak Kader Kedepankan Kampanye Digital

Perkenalan Theo dengan Sabam berlanjut ketika Theo duduk di Dewan Pimpinan Pusat (sekarang sebutannya presidium) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari tahun 1970 hingga tahun 1976.

Saat itu, Sabam dikenal sebagai aktivis dan senior kelompok Cipayung yang terus mendorong, membina dan menggembleng para aktivis dari berbagai organisasi untuk bersikap kritis tetapi konstruktif. Termasuk ketika Theo menjadi pengurus DPP KNPI (tahun 1978) yang saat itu diketuai oleh politisi senior Golkar Akbar Tandjung.

“Bang Sabam merupakan senior kami yang mendorong berbagai kegiatan aktivis kemahasiswaan dan kepemudaan untuk kritis atas berbagai persoalan tetapi konstruktif dengan gaya bang Sabam yang tegas, tetapi humoris,” ungkap Dewan Pembina Partai Golkar ini.

Baca Juga: Sekjen DPP Golkar Lodewijk Paulus Minta MDI Sukseskan Airlangga Hartarto Jadi Capres 2024

Kemudian Theo menjadi anggota DPR dari Fraksi Golkar pada tahun 1982 hingga tahun 1997. Tahun 1998, Theo berhenti dari anggota DPR karena menjadi menteri tenaga kerja era Presiden Soeharto. Ketika di DPR, Theo mengaku kembali bertemu dengan Sabam bahkan pernah bersama-sama di Komisi I DPR dan di Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP).

“Melalui forum DPR dan forum lainnya, Bang Sabam berjuang khusus terkait hak asasi manusia, seperti memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan protes pendudukan Israel di Palestina.

Dia konsisten berjuang untuk itu. Bang Sabam juga menentang keras peperangan Uni Soviet dengan Afganistan dan Amerika dengan Afganistan. Itu merupakan perjuangan hak asasi manusia dan perjuangan demokrasi yang dilakukan Bang Sabam,” pungkas Theo.

Baca Juga: AS Minta Ukraina Diundang Ke G20, Bobby Rizaldi Minta RI Berpegang Pada Aturan

Diketahui, sejumlah pihak mengusulkan Sabam Sirait mendapatkan gelar pahlawan nasional dengan memperhitungkan perjuangan yang luar biasa dan legacy yang ditinggalkan Sabam Sirait bagi bangsa Indonesia. Ketua Umum Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia, RE Nainggolan mengakui perjuangan Sabam Sirait sangat luar biasa bagi bangsa ini.

"Pengusulan (Sabam Sirait jadi Pahlawan Nasional) muncul dari semangat kita bersama," ujar RE Nainggolan dalam keterangannya, Jumat (10/12/2021).

Pengusulan nama Sabam Sirait menjadi pahlawan nasional ditegaskan RE Nainggolan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan keluarga. Pengusulan tersebut, kata dia, muncul dari inisiatif mereka sendiri.

Menurutnya, dengan konsistensi dan integritas Sabam Sirait terus berjuang bagi demokrasi di Indonesia, sehingga Sabam layak mendapat gelar pahlawan demokrasi. “Kita berdoa dan berjuang agar Sabam Sirait menjadi pahlawan nasional,” kata RE Nainggolan.

Baca Juga: Dana Bagi Hasil Migas Hak Masyarakat Bojonegoro, Sigit Kushariyanto: Masyarakat Harus Terlibat Pengelolaannya

Karier politik Sabam Sirait dimulai dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sabam kemudian menjadi sekretaris jenderal Parkindo periode 1967-1973. Saat kebijakan fusi partai politik menjadi tiga di era Orde Baru, Sabam turut membidani pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan menandatangani deklarasi pembentukan PDI pada 10 Januari 1973.

Sabam sempat menjadi sekjen PDI selama tiga periode, yakni periode 1973-1976, periode 1976-1981, dan periode 1981-1986. Dia juga turut mendirikan PDI Perjuangan pada September 1998 dan menjadi anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDIP pada 1998-2008.

Sabam juga pernah menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR periode 1973-1982, anggota DPR periode 1992-2009, dan anggota DPD periode 2019-2024. Sabam dilantik menjadi anggota DPD pada 15 Januari 2018. Sabam juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung periode 1983-1993.

Sabam Sirait meninggal dunia di usia 85 tahun pada 29 September 2021 pukul 22.37 WIB, di RS Siloam Karawaci, Tangerang, Banten. Sabam simakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. {beritasatu}

fokus berita : #Theo Sambuaga #Sabam Sirait