29 Maret 2022

Bamsoet: Tiongkok Jadi Negara Besar Berkat Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan, salah satu kekuatan Tiongkok bisa menjadi negara besar dunia tidak lain karena memiliki rencana jangka pembangunan panjang.

Sebagaimana diungkapkan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E Mr. Lu Kang, pada periode tahun 1970an/1980an saja, Tiongkok telah memiliki rencana pembangunan hingga 2050, yakni pada saat usia kemerdekaan Tiongkok memasuki usia ke-100 tahun.

Sasaran pembangunannya terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama mewujudkan masyarakat Tiongkok yang sejahtera. Tahap kedua Tiongkok menjadi negara maju. Dan tahap ketiga Tiongkok menjadi negara modern.

 

Baca Juga: Dave Laksono Tekankan Anggota Komisi Informasi Pusat Harus Tetap Jaga Iklim Demokrasi RI

“Tiga tahap tersebut memakan waktu 100 tahun dari mulai kemerdekaan Tiongkok pada 1 Oktober 1949 hingga perayaan ulang tahun ke-100 pada 1 Oktober 2050," ujar Bamsoet usai menerima Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia H.E Mr. Lu Kang, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Senin 28 Maret 2022.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dalam fifth plenary session of the 19th CPC Central Committee yang ditutup pada 29 Oktober 2020, Tiongkok juga merumuskan Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) serta Tujuan Jangka Panjang 15 tahun pada 2035. Salah satu tujuan yang akan dicapai Tiongkok menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan militer terbesar di dunia.

Pola pembangunan Tiongkok tersebut yang memiliki rencana pembangunan 100 tahun, 15 tahun, serta lima tahun, tidak ubahnya seperti Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun pola tersebut justru dihapuskan pada saat Indonesia memasuki reformasi. Akibatnya, kini kita seperti kehilangan arah pembangunan.

Baca Juga: Adies Kadir Minta Kabaintelkam dan Kakorlantas Polri Sampaikan Capaian Target PNBP 2 Tahun Terakhir

“Karena itu, tidak salah jika kita belajar dari keberhasilan Tiongkok dengan kembali memiliki rencana pembangunan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Atas dasar itulah MPR RI kini sedang menyiapkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai bintang/pedoman penunjuk arah pembangunan bangsa," kata mantan Ketua Komisi III DPR ini.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, konsistensi Tiongkok dalam merencanakan dan mewujudkan program pembangunannya juga terlihat dari keberhasilannya di masa lampau dalam membangun Great Wall of China sepanjang 21 kilometer selama 1.800 tahun. Pembangunan benteng tersebut melampaui banyak Dinasti pemerintahan.

Perencanaan pembangunan jangka panjang tersebut menjadikan Tiongkok yang dulu dikenal dengan negara yang miskin dan kelaparan, berubah menjadi negara maju yang spektakuler.

Baca Juga: Firman Soebagyo: UU Tindak Kekerasan Seksual Sudah Jadi Kebutuhan Mendesak

“Tidak heran jika di tahun 2021 lalu, GDP nya tercatat mencapai 17,7 triliun dolar AS, GDP per kapita mencapai 12,551 dolar AS, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,1 persen, dengan cadangan devisa mencapai 3,25 triliun dolar AS," ujar Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini. {tempo}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet