29 Maret 2022

Serap Listrik PLN, Nusron Wahid Minta Program Konversi Kompor Induksi dan Mobil Listrik Jadi Prioritas

Berita Golkar - Komisi VI DPR RI mendukung rencana PT PLN (Persero) untuk menggalakkan program konversi kompor elpiji ke kompor induksi dan akselerasi kendaraan listrik. Kedua program ini dinilai dapat mengatasi persoalan over supply listrik yang saat ini tengah dihadapi PLN.

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade berharap PLN menjadikan program konversi kompor elpiji ke kompor induksi sebagai program prioritas tahun ini. Program ini akan mengurangi ketergantungan impor BBM, terlebih saat ini elpiji sedang langka dan harganya mahal.

"Saya berharap Pak Dirut PLN bisa menyelesaikan sengkarut LPG dengan menjadikan program kompor listrik menjadi program prioritas," ujar Andre, kepada wartawan, Selasa, 29 Maret 2022.

Baca juga: KKP Ngaku Tak Punya Anggaran Bangun Lumbung Ikan Nasional di Maluku, Firman Soebagyo: Emang Negara Ini Bangkrut?

Dalam hitungannya, program ini akan menghasilkan efisiensi untuk negara sebesar Rp60 triliun. Pasalnya, menurut Andre, apabila memasak 10 liter air menggunakan kompor listrik hanya mengeluarkan biaya Rp1.200, sementara dengan elpiji nonsubsidi mencapai Rp6.000.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI-P Deddy Yevri Hanteru Sitorus mempertanyakan kenapa program ini masih belum terdengar gaungnya. Padahal, kondisi penggunaan listrik rumah tangga saat ini sudah melampaui industri sehingga bisa lebih dimaksimalkan.

"Momen ini perlu dimaksimalkan. Kebijakan konversi ke kompor induksi menurut saya bisa menjadi solusi dari over supply PLN. Harus terintegrasi, misalkan antara PLN dan Pertamina. Mungkin harus mulai berdialog dengan Kementerian BUMN, Pertamina, dan Kementerian ESDM," jelas dia.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Desak KLHK Tindak Tegas Para Pelaku Perusakan Hutan, Terutama Kebun Sawit Ilegal

Di sisi lain, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS Rafli menargetkan PLN dapat membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di tiap provinsi di Indonesia untuk mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik. PLN tidak harus menunggu ada konsumen terlebih dulu.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Golkar Nusron Wahid, DPR akan mendukung PLN untuk menyukseskan program konversi kompor elpiji ke kompor induksi dan akselerasi ekosistem kendaraan listrik. Karena kalau tidak, PLN akan semakin 'babak belur' karena listriknya tidak terserap.

"Kira-kira kalau 50 persen rumah tangga Indonesia, 50 persen menggunakan kompor listrik sudah bisa mengurangi berapa persen dari total over supply tersebut. Kedua, kira-kira berapa persen pada 2024 mobil listrik yang harus sudah terpakai untuk mengurangi over supply berapa besar," pungkas dia. {medcom}

fokus berita : #Nusron Wahid