01 April 2022

Golkar Samarinda Ogah Pindah Sekretariat, Tuding Pemkot Belum Berikan Solusi Sengketa

Berita Golkar - DPD II Golkar Samarinda bersikeras untuk tetap mempertahankan kantor sekretariatnya, meski Pemkot Samarinda telah bersurat untuk mengosongkan kantor tersebut.

Ketua DPD II Golkar Hendra, menegaskan bahwa pihaknya bukan tidak menghormati Pemkot Samarinda dan menghindari bersengketa dengan Pemkot Samarinda. Hanya saja saat ini belum ada solusi yang ditawarkan pemerintah.

“Kantor ini dibangun dari keringat kader-kader terbaik Golkar. Tidak bijak kalau pemkot ingin mengusai gedung ini. Seharusnya duduk bersama, mencari win-win solutionnya,” katanya, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga: Ace Hasan Minta Jemaah Haji Indonesia Diberi Layanan Kesehatan Ekstra

Menurutnya, Golkar Samarinda bukan tanpa upaya. Pihaknya telah melakukan sejumlah negosiasi namun tidak juga ada respons positif dari Pemkot Samarinda.

Pemerintah Kota Tepian juga, disebutnya belum pernah membuktikan keabsahan kepemilikan bangunan maupun lahan lokasi sekretariat Golkar di Jalan Dahlia itu.

“Belum ada secarik kertaspun yang disampaikan Pemkot Samarinda bahwa ini milik mereka. Sementara menurut kami bangunan ini milik kita. Untuk itu kami gelar rapat pleno hari ini (Kamis) menyikapi persoalan ini. Intinya kami ingin mempertahankan,” ucapnya.

Baca Juga: Terawan Pernah Selamatkan Nyawa Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie Saat Kondisi Terburuk

Sementara Ketua tim advokasi Golkar Samarinda Lasila, menjelaskan bahwa Golkar Samarinda sebenarnya telah melakukan langkah hukum ke PTUN. Namun pihaknya memilih mencabut gugatannya karena majelis hakim meminta agar diselesaikan secara musyawarah.

“Tidak ada niat melawan tapi ingin mempertahankan saja. DPP juga memerintahkan untuk mempertahankan aset,” terangnya.

Terkait rapat pleno yang digelar, disebutkan, bertujuan untuk menyikapi surat dari Pemkot Samarinda yang ditandatangani Plh Sekretaris Setkot Samarinda yang meminta pengosongan kantor DPD Golkar.

“Kami sudah balas keberatan karena kami merasa ini masih tempat kami, belum ada penyelesaian belum ada baiknya. Sebelumnya ada penyegelan itu kami mengalah. Kami pergi tapi Pemkot secara sepihak mengklaim terus,” pungkasnya. {mediakaltim}

fokus berita : #Hendra