01 April 2022

Lega RI-Malaysia Teken MoU, Christina Aryani: PMI Kita Gembira Hak-Haknya Terlindungi

Berita Golkar - MoU penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor domestik antara Indonesia dan Malaysia akhirnya ditandatangani. Legislator Golkar Christina Aryani mengaku lega setelah sejak awal mengawal dan mendorong realisasi MoU ini.

"Ini berita sangat baik dan pasti disambut gembira pekerja migran kita di Malaysia. Saya sendiri senang karena dari awal terus mendorong agar MoU ini segera disahkan agar pekerja migran kita memiliki kerangka perlindungan dan jaminan akan hak-hak mereka," kata Christina kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Menurut dia, mayoritas usulan Indonesia untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi PMI domestik akhirnya diterima Malaysia.

Dia membeberkan beberapa poin kesepakatan penting, yaitu One Channel System (OCS) sebagai satu-satunya sistem penempatan PMI domestik ke Malaysia, satu jenis kerja dengan deskripsi pekerjaan yang jelas, standar gaji minimum mulai dari 1.500 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 5 juta dan pembayaran gaji melalui rekening PMI (e-wages).

Baca Juga: Relawan Airlangga Hartarto Beri Bantuan Ke Korban Kebakaran di Muara Enim

"Dan khusus untuk OCS, ini menjadi satu-satunya kanal legal untuk merekrut dan menempatkan PMI domestik ke Malaysia. Ini krusial bagi kepastian perlindungan dan di saat yang sama Malaysia juga berkomitmen untuk mengeluarkan Indonesia dari sumber perekrutan sistem maid online yang selama ini marak terjadi dan mendegradasikan martabat pekerja migran kita," kata Christina.

Wakil rakyat Dapil DKI Jakarta II juga mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat, baik Kemnaker, Kemlu, BP2MI, maupun perwakilan masing-masing institusi yang terlibat langsung dalam perundingan.

"Termasuk terima kasih pada Presiden Jokowi yang dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia November tahun lalu menyuarakan percepatan perundingan MoU ini. Saya pribadi sangat senang, tinggal sekarang tugas kita bersama untuk memastikan pelaksanaan MoU ini diimplementasikan Malaysia sesuai kesepakatan. Maka mekanisme monitoring menjadi sangat penting," kata Christina.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Perkebunan Sawit Ilegal Hanya Menambah Bencana Bagi Rakyat

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/4/2022). Menaker RI Ida Fauziyah dan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia Datuk Seri Saravanan menandatangani nota kesepahaman tersebut.

"MoU antara lain akan mengatur penggunaan One Channel System bagi seluruh proses penempatan, pemantauan, dan kepulangan pekerja migran Indonesia sehingga dapat terpantau dengan baik.

Pekerja migran Indonesia telah berkontribusi banyak bagi pembangunan ekonomi di Malaysia. Sudah sewajarnya mereka mendapatkan hak dan perlindungan yang maksimal dari dua negara kita," kata Jokowi dalam pernyataan pers.

"Dengan kehadiran PM Sabri ini, saya yakin MoU dapat dilaksanakan dengan baik dan saya tidak ingin MoU ini hanya berhenti di atas kertas saja, semua pihak harus menjalankan MoU ini dengan baik. Saya juga berharap kerja sama serupa dapat dilanjutkan di sektor lain, antara lain perladangan, pertanian, manufaktur dan jasa," ujar Jokowi. {detik}

fokus berita : #Christina Aryani