01 April 2022

Idris Laena: Satkar Ulama Jembatani Kepentingan Ulama dan Umara

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto melantik dan mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Masa Bakti 2021-2026, Kamis (31/3/2022).

Sebagai salah satu organisasi Partai Golkar, Satkar Ulama dinakhodai Mohamad Idris Laena sebagai ketua umum dan Sekrataris Umum Syamsurachman. Pelantikan DPP Satkar Ulama dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52. Satkar Ulama didirikan pertama kali pada 13 Maret 1970 di Serang, Banten.

Idris Laena mengatakan Satkar Ulama merupakan salah satu organisasi masyarakat yang dibentuk Partai Golkar yang melaksanakan fungsi syiar dan konsolidasi para ulama se Indonesia.

Baca Juga: Dave Laksono Sepakat Keputusan Panglima TNI Keturunan PKI Boleh Ikut Seleksi Prajurit TNI

"Usia 52 tahun, bukanlah usia yang muda. Satkar Ulama semestinya menjadi salah satu organisasi menjadi pilar utama dalam membina umat yang bergabung di Partai Golkar," kata Idris.

Idris menegaskan, Satkar Ulama Indonesia akan menjembatani kepentingan ulama dan umara. "Satkar Ulama menjadi pilar partai dalam urusan untuk membina ummat serta mendekatkan atau mempererat hubungan ulama dan umara," kata Idris yang juga menjadi Ketua Fraksi Golkar di MPR.

Idris menambahkan, organisasi yang sekarang dipimpinnya itu akan terus berkarya untuk Indonesia dan berkhimat untuk umat. “Bila ada beda pendapat di antara mereka, diharapkan permasalahan yang ada dikembalikan kepada Al Quran dan Hadits. Kami ingin hubungan antar ulama dan umara selalu harmonis," tambahnya.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Bilateral, Dyah Roro Esti Terima Kunjungan Dubes Peru Luis Raul Tsuboyama Galvan

Lebih lanjut Idris mengatakan, atas petunjuk Ketua Umum Golkar, Satkar Ulama bertekad untuk mengembangkan jati dirinya. Ada 3 program prioritas yang akan dikaryakan untuk mencapai tujuan itu.

Yang pertama, melakukan reposisi organisasi. Satkar Ulama ingin kembali ke umat. Untuk itu organisasi ini akan melakukan kerja sama dengan pengurus dan jamaah masjid, musholla, dan kelompok-kelompok ummat Islam lainnya.

Yang kedua, revitalisasi dan reaktualisasi organisasi. Idris menganggap organisasi ini tidak hanya mengurus masalah pembinaan umat dalam keagamaan namun juga menginginkan agar ummlat Islam memahami paham kebangsaan.

Baca Juga: Bobby Rizaldi Tak Persoalkan Kebijakan Jenderal Andika Perkasa Keturunan PKI Boleh Ikut Seleksi TNI

Untuk itu Satkar Ulama gencar melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada anggotanya di berbagai tempat.

Satkar Ulama juga akan melakukan pemberdayaan umat lewat berbagai pelatihan kewirausahaan. Ini dilakukan agar ummat Islam mampu berpartisipasi dalam pembangunan bangsa terutama dalam masalah perekonomian.

Yang ketiga, rekonsolidasi organisasi. Menurut Idris, organisasi ini harus diperluas jaringannya. Ia ingin agar struktur yang ada sampai desa. “Kami ingin membentuk majelis dzikir di desa-desa," ungkapnya. Bila semua desa ada majelis dzikir maka ada 14.000 majelis dzikir tersebar di Indonesia.

Baca Juga: Mutiara Jaya Juara Turnamen Sepakbola Pemuda Pidie AMPI Aceh, TM Nurlif Serahkan Piala dan Hadiah

Idris bersyukur, Satkar Ulama memiliki sayap-sayap sendiri. Disebutkan sayap-sayap itu seperti Wanita Satkar Ulama, Angkatan Muda Satkar Ulama, Garda Satkar Ulama, dan Majelis Dzikir. “Selepas munas, animo masyarakat sangat tinggi untuk bergabung ke dalam Satkar Ulama. Sebentar lagi ada 17 provinsi akan dilakukan pelantikan Satkar Ulama," ucapnya. {times}

fokus berita : #Idris Laena