05 April 2022

Anies Baswedan Pernah Pamer Kemacetan Turun, Basri Baco: Sekarang Jakarta Macet Dimana-mana

Berita Golkar - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov segera mengevaluasi dan mengambil sikap terkait kemacetan. Golkar menyebut Jakarta memang macet ketika situasi sudah mulai kembali normal.

"Kan berarti situasi kan sudah normal, ya memang Jakarta memang macet, kalau situasi normal kan Jakarta memang macet," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, kepada wartawan, Senin (4/24/2022).

Basri mengatakan aturan ganjil genap kendaraan harus tetap diterapkan. Dia meminta agar Pemprov DKI mencari inovasi agar kemacetan di Jakarta dapat terurai.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Janjikan Subsidi Upah Bagi Pekerja Dengan Gaji di Bawah Rp.3 Juta

"Terus yang Pemda harus lakukan adalah satu, ganjil genap kan terus berlangsung, kedua, kan jadwal masuk anak-anak (sekolah) kan lebih diduluin, tidak berbarengan jadwal masuknya para pekerja. Harus banyak inovasi lagi yang harus kita lakukan ketika situasi sudah normal, di mana urusan COVID tidak jadi masalah lagi, udah endemi pasti akan balik lagi, macet di mana-mana," katanya.

Basri kemudian menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut bahwa kemacetan Jakarta turun. Basri menekankan data itu mungkin berlaku saat pembatasan akibat pandemi Corona masih dilakukan dengan ketat.

"Buktinya udah mulai macet di mana-mana, ketika mungkin Pak Gub Anies membandingkan ketika 2 tahun (pandemi). Faktanya kan macet, mau ngomong apa kita," katanya.

Baca Juga: Klithih Kembali Telan Korban Jiwa, Fraksi Golkar DPRD DIY Serukan 3 Hal Penting Ini

Minta Pemprov Ambil Langkah Cepat

Lebih lanjut, Basri meminta Pemprov DKI mengambil langkah cepat untuk mengatasi kemacetan. Dia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja keras dan berkoordinasi dengan kepolisian.

"Pemda harus cepat mengevaluasi, menyikapi dalam mengambil langkah-langkah yang positif dan akurat dalam membantu mengurai, mengatasi kemacetan yang ada, Dishub juga harus bekerja keras berkoordinasi dengan kepolisian," tutur Basri.

Saat ini DKI Jakarta menerapkan sistem ganjil genap di 13 ruas jalan. Basri menyebut perluasan ganjil genap tak perlu diberlakukan.

Baca Juga: 21 PK Golkar se-Sikka: Melki Laka Lena Cagub NTT, Gorgonius Nago Bapa Cabup Sikka 2024

"Cukup lah, kasihan masyarakat kalau terlalu banyak juga. Kan nggak semua masyarakat punya mobil 2 dan kasihan kalau masyarakat nggak punya, terus transportasi kita juga belum tentu nyaman buat semua," sebut Basri.

Titik Rawan Macet di Jakbar-Jaksel

Polisi telah mengidentifikasi titik rawan macet di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat selama Ramadan. Karobinops Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko, mengatakan kemacetan di wilayahnya terjadi di sekitar jalan layang non tol Antasari.

"Hari ini, terpantau ada kawasan gage (ganjil genap), otomatis kawasan gage orang akan tidak sesuai jam tanggalnya, pasti dia akan beralih ambil rute lain, yang paling meriah setelah Layang Antasari. Kalau masih jam gage, relatif masih normal," ujar Joko ketika dihubungi, Senin (4/4).

Baca Juga: Ini Kata Misbakhun Soal Uji Kelayakan Calon Anggota Dewan Komisioner OJK

Sementara di Jakarta Barat, polisi mengawasi kawasan Kebon Jeruk. Pengawasan dilakukan pada saat jam sibuk. "Sementara normal aja karena situasi COVID juga, jam-jam keluar kantor juga biasa, di Kebon Jeruk memang sedikit padat," jelas Kasat Lantas Jakarta Barat Kompol Maulana.

"Sama depan Rumah Sakit Dharmais (Jalan Letjen S Parman)," lanjutnya. {news.detik}

fokus berita : #Basri Baco #Anies Baswedan