06 April 2022

Melki Laka Lena Desak BNP2TKI Bongkar Calo TKI Flores Timur Non Prosedural

Berita Golkar - Terbongkarnya kejahatan penipuan dan human trafficking yang menimpa korban, Katarina Kewa Tupen (21), asal Desa Lamabunga-Adonara-Flores Timur, di Medan, Sumatera Utara, yang hendak dikirim ke Singapura, mendapat reaksi keras Komisi IX DPR RI.

DPR RI yang meminta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), segera memproses hukum siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk di Flores Timur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena, Politisi Fraksi Partai Golkar, asal Daerah Pemilihan NTT, saat berbicara dalam forum Sosialisasi Program Jamin Sosial Ketenagakerjaan, di Aula Paroki San Juan, Lebao, Larantuka, Senin 04 April 2022.

Baca Juga: Turunkan Angka Stunting, Darul Siska Usul Kemenkes dan BKKBN Terapkan Reward and Punishment

“Kami dari Komisi IX DPR RI sejak awal meminta agar kasus yang menimpa Saudari Kita dari Flotim, harus segera diurus, dan diproses hukum siapapun yang terlibat, termasuk di Flotim,” tegas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

Melki Lakalena, yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTT menegaskan, BNP2TKI, dan pihak terkait, juga Mabes Polri harus mengambil langkah tegas dan keras terhadap siapapun yang terlibat perdagangan orang, termasuk calo atau pihak manapun yang sedang bermain di Flores Timur, agar kerja jaringan kejahatan ini bisa dihentikan. Tidak boleh ada lagi korban kejahatan penipuan dan perdagangan orang kedepan.

“Syukurlah Saudari Kita Katarina Kewa Tupen ini bisa diselamatkan oleh teman-teman pegiat kemanusiaan di Medan. Sehingga akhirnya bisa ketahuan itu ilegal, non prosedural. Memang, ada yang ketahuan dan ada yang tidak, ada yang meninggal, ada yang hidup, namun kondisi cacat. Sehingga harus diambil langkah tegas, keras, bongkar dan proses hukum,” tandasnya.

Baca Juga: Gelar Safari Ramadan, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe Sapa Warga Sumpang Binangae Barru

Pihaknya, terang Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Lakalena, memberikan dukungan yang optimal menuntaskan kasus ini.

“Kami sejak awal sudah meminta agar penempatan seorang Perwira Tinggi Polri, Berpangkat Inspektur Jenderal sebagai Kepala BNP2TKI, mengkoordinasi seluruh Polda, Polres dan Polsek Se-Indonesia, untuk bisa urus soal Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, supaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,”terangnya.

Ibu Lusi Tampubolon,Cs sedang mendalami peristiwa yang dialami Katarina Kewa Tupen (21), Ia mengapresiasi berbagai pihak yang telah bekerja keras menyelamatkan Katarina Kewa Tupen, dari ancaman kejahatan perdagangan orang.

Baca Juga: Skeptis Soal Usul e-Voting Pemilu, Ahmad Doli Kurnia: Di Beberapa Negara Berkembang Rawan Manipulasi

Sementara itu, perkembangan terkini yang diperoleh Media dari Medan, Sumatera Utara, bahwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang diduga kuat melibatkan (AYS) warga Medan, Perekrut TKI PT. Mitra Asia Sehati, telah dilaporkan secara resmi di Polda Sumatera Utara, oleh Pelapor, Korban Katarina Kewa Tupen (21), Senin, 04 April 2022.

Ia juga meminta agar Laporan Polisi dari Keluarga Korban TPPO Katarina Kewa Tupen di Desa Lamabunga, Kelubagolit-Adonara pun segera diadukan ke Polres Flotim, untuk mengejar pelaku perekrut Korban melalui postingan Media Sosial (Medsos), yang diduga kuat berada di Kupang. {nkripost}

fokus berita : #Melki Laka Lena