10 April 2022

Siapkan 10 Ribu Liter Minyak Goreng Murah, Nusron Wahid Gelar Bazar di Wilayah Jateng

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid menggelar bazar minyak goreng murah di tiga wilayah di Jawa Tengah yakni Kudus, Demak dan Jepara pada Minggu (10/4).

Dalam agenda bazar itu, Politisi Golkar itu menggandeng PCNU Kudus, Demak dan Jepara. Selain itu Nusron juga menggandeng produsen minyak goreng, PT Sinar Mas.

Nusron mengatakan, bazar minyak goreng murah ini sengaja digelar untuk membantu masyarakat yang merasa keberatan dengan kenaikan harga minyak goreng.

"Selama lima bulan lebih masyarakat terpukul akibat kenaikan harga minyak goreng yang cukup tinggi, antara 25.000-30.000 per liter. Pasti sangat memberatkan rakyat terutama ibu-ibu," kata Nusron Wahid, Minggu (10/4).

Baca Juga: Sari Yuliati Bantu Pembangunan Madrasah dan Rumah Tahfidz di Lombok Timur NTB

Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, tekanan berat masyarakat akibat kenaikan harga minyak goreng itu terasa makin berat saja karena berbarengan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri 1443.

"Barangnya mahal dan sempat langka, apalagi menjelang puasa. Pasti dengan bazar dan operasi pasar minyak goreng murah, masyarakat sangat terbantu," ujar Anggota DPR daerah pemilihan Jawa Tengah II itu.

Dalam bazar itu, minyak goreng yang di pasaran seharga Rp 25.000 per liter, dijual dengan harga Rp 15.000. Total minyak yang dijual mencapai 10.000 liter.

Penjualan minyak goreng dengan harga murah itu dimungkinkan karena menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan. "Ini dana CSR dari PT Sinar Mas Group. Bukan subsidi pemerintah. Minimal membantu masyarakat susah," kata Nusron.

Baca Juga: Disaksikan Musa Rajekshah, Wakil Bupati Era Era Hia Terpilih Jadi Ketua Golkar Nias Barat

Bazar minyak goreng itu digelar di tiga kecamatan, yakni di Kedung, Jepara, Mejobo, Kudus dan Mranggen, Demak.

Nusron menambahkan, sebenarnya pemerintah sudah memutuskan ada subsidi minyak goreng curah di harga Rp 14.000. Tapi hingga saat ini, minyak goreng curah subsidi itu belum tersedia di pasaran, khususnya di Kudus, Jepara dan Demak.

"Nanti saya akan minta Menteri Perdagangan dan Perindustrian untuk mempercepat distribusinya. Biar curah tidak apa-apa. Yang penting murah dan ada barangnya," kata anggota Komisi VI DPR ini. {politik.rmol}

fokus berita : #Nusron Wahid