10 April 2022

Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Tegas Tolak Interpelasi Formula E, Basri Baco: Masih Banyak Hal Yang Lebih Penting

Berita Golkar - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menegaskan tetap menolak menggunakan hak interpelasi Formula E. Dia mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah anggota DPRD yang lebih penting untuk dikerjakan ketimbang mengurusi interpelasi Formula E.

"Golkar menolak interpelasi, masih banyak hal lain yang Dewan harus pikirkan untuk kepentingan rakyat Jakarta daripada interpelasi," kata Basri saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (10/4/2022).

Basri meminta agar rekan-rekannya di DPRD termasuk pengusung hak interpelasi yaitu Fraksi PDI-Perjuangan dan PSI untuk fokus memikirkan isu yang lebih urgen.

Baca Juga: Disaksikan Musa Rajekshah, Wakil Bupati Era Era Hia Terpilih Jadi Ketua Golkar Nias Barat

Misalnya harga kebutuhan pangan yang semakin hari semakin tak terkendali di ibu kota. "Mending pikirin agar harga minyak dan harga daging tidak naik, itu lebih berguna buat Rakyat Jakarta daripada interpelasi yang juga terlalu politis," tutur Basri.

Untuk itu, Basri tetap dalam posisi menolak meskipun sidang paripurna interpelasi rencananya akan digulirkan kembali. "Sampai saat ini kebijakan kami masih menolak, belum berubah," ucap dia.

Sebagai informasi, isu interpelasi Formula E kembali mencuat setelah Badan Kehormatan (BK) mengeluarkan putusan bahwa sidang yang digelar untuk interpelasi 28 September 2021 tidak melanggar tata tertib.

Baca Juga: Puji Ki Bagong Darmono Padukan Wayang Kulit Dengan Inovasi dan Teknologi, Anton Lami Suhandi: Tarik Minat Kaum Milenial

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi juga disebut tidak melanggar etik saat menentukan agenda sidang interpelasi yang diusulkan 33 Anggota Dewan tersebut.

Adapun hak interpelasi Formula E atau hak bertanya langsung kepada Gubernur DKI resmi diajukan dua fraksi yaitu Fraksi PDI-Perjuangan dan Fraksi PSI.

Pengajuan interpelasi pada 26 Agustus 2021 dan sempat dilakukan sidang paripurna pertama kali pada 28 September 2021 untuk menentukan kelanjutan interpelasi. Namun sidang harus diskors karena tidak memenuhi kuorum. Hanya 33 dari 106 anggota Dewa yang hadir dalam sidang tersebut. {megapolitan.kompas}

fokus berita : #Basri Baco