11 April 2022

Nurul Arifin Tegaskan Golkar Siap Bertarung di Pemilu 2024

Berita Golkar - Pengurus pusat Partai Golkar menegaskan kesiapannya untuk bertarung di pemilihan umum (pemilu) 2024, sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni 14 Februari 2024.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Komunikasi dan Informasi, Nurul Arifin mengatakan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah aktif melakukan konsolidasi pengurus partai di tingkat pusat sampai daerah.

Dalam setiap kesempatan, kata Nurul, Partai Golkar termasuk Ketum Airlangga, terus menyosialisasikan program-program yang sudah dibuat untuk menuju Pilpres dan Pileg 2024.

 

Baca Juga: Terungkap! Menperin Agus Gumiwang Sebut Baru 55 Dari 75 Perusahaan Yang Produksi Migor Curah

Dalam pertemuan bersama pengurus Golkar di Sumatera Barat minggu lalu, kata Nurul Arifin, para kader partai juga menyuarakan kesiapan itu.

"Jelas dalam pertemuan itu, kami menyatakan siap bertarung di Pileg dan Pilpres 2024 serta memenangkan Airlangga Hartarto, capres (calon presiden) kami sebagai Presiden di 2024," ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Senin (11/4/2022).

Oleh karena itu, Nurul menolak anggapan dan isu yang beredar di masyarakat bahwa Golkar mendukung wacana tunda Pemilu 2024. Sebaliknya, Golkar mendukung Pemilu 2024 berjalan sesuai jadwal.

"Partai Golkar sangat mendukung keputusan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang akan menggelar Pemilu sesuai jadwal yang disepakati oleh DPR dan KPU," kata dia.

Baca Juga: Minta Golkar Jadi Nomor Satu di Padang dan Sumbar, Airlangga: Bersatu Untuk Menang

Golkar sempat dikabarkan memberi sinyal mendukung wacana tunda Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden setelah adanya pertemuan antara Airlangga dan sejumlah petani kelapa sawit di Siak, Riau, pada Februari 2022.

Dalam pertemuan itu, sejumlah petani berharap masa jabatan Presiden Joko Widodo dapat diperpanjang. Airlangga dalam pertemuan menerima aspirasi para petani dan ia menyampaikan akan membahas usulan tersebut dengan partai lain.

Walaupun demikian, Nurul meluruskan bahwa pernyataan Airlangga saat pertemuan dengan petani itu bukan bentuk dukungan terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Baca Juga: Viral! Rapper Kanye West Pakai Kaos Kuning Berlogo Beringin, Jadi Kader Golkar?

“Kami dari Partai Golkar menerima itu sebagai bentuk masukan. Kami menghormatinya. Namun, itu tidak pernah menjadi agenda Golkar secara resmi untuk mengusulkan adanya perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu,” kata Nurul.

Ia lanjut menyampaikan Airlangga pada berbagai kesempatan juga tidak pernah menyatakan persetujuannya terhadap wacana menunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. {infoindonesia}

fokus berita : #Nurul Arifin