13 April 2022

Booking 3 Studio XXI Mall Panakukang, John Rende Mangontan Ajak Ratusan Mahasiswa Nobar Film Walking Dead Tomate

Berita Golkar - Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Golkar, John Rende Mangontan (JRM) mengajak 368 mahasiswa gabungan perguruan tinggi se-kota Makassar nonton bareng (Nobar) Film Walking Dead Tomate.

Begitu antusias mahasiswa dari UNHAS, UNM, UKI Paulus, UNIBOS, UNIFA dan universitas swasta lainnya di Makasar menyaksikan film yang mengangkat upacara adat Toraja, tidak tanggung politisi Golkar ini booking 3 room Studio XXI Mall Panakukang.

Sejak saya infokan ke adek-adek mahasiswa ayo nonton bareng Film Walking Dead Tomate, langsung disambut antusias para mahasiswa, yang tadinya hanya booking satu room berubah menjadi 3 room sebab antusias mahasiswa untuk bergabung lebih banyak, bahkan masih ada tidak kebagian tempat karena kapasitas room terbatas, terang JRM, Rabu (13/4).

Baca Juga: Berpihak pada UMKM, MIB Kepri Dukung Airlangga Hartarto Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Jokowi

Kata JRM, tingginya minat pemuda dan pemudi Toraja menyaksikan filmyang mengangkat tradisi Ma’bulle Tomate, upacara mengangkat peti jenazah dari halaman rumah duka hingga ke kuburan. Ini menandakan pemuda Toraja masih sangat mencintai budaya dan adat Toraja bisa menjadi komoditi unggulan komodity pariwisata kedepan. Nobarnya Selasa (12/4) pukul 14.00 Wita.

Film Walking Dead Tomate bercerita tentang salah satu kejadian nyata yang mengerikan di Tana Toraja menghebohkan masyarakat Indonesia pada masanya.

Dalam film ini ada beberapa budaya suku Toraja yang dikemas dalam genre horor dan drama. Cerita dalam film diambil dari kisah nyata fenomena kejahatan adat yang dilakukan sekelompok orang, ujar JRM.

Baca Juga: Bantah 3 Kota di Sumbar Intoleran, Sekretaris Golkar Sumbar Desra Ediwan: Kami Terbuka dan Toleran Terhadap Siapapun

Cerita diangkat di film Walking Dead Tomate, memberikan gambaran kepada masyarakat luas adat dan kebudayaan suku Toraja. Demikian pula bagaimana cara menghormati kebudayaan masyarakat, karena

Walking dead atau mayat berjalan merupakan tradisi masyarakat suku Toraja cukup terkenal. Kemudian tomate merupakan bahasa Toraja yang artinya orang mati, pungkas JRM {ujungjari}

fokus berita : #John Rende Mangontan