15 April 2022

Korban Begal Jadi Tersangka Begalnya Jadi Saksi, Achmad Annama: Mirip Kisah Dongeng Negeri Antah Berantah Ya?

Berita Golkar - Politisi Golkar Achmad Annama mengatakan insiden korban begal yang dijadikan tersangka dianggap mirip kisah dongeng negeri antah berantah. Founder Golkarpedia itu mengutarakan opininya lewat unggahan di akun media sosial Twitter pribadinya, Kamis (14/4/2022).

Achmad mencuitkan sedikit insiden yang menimpa korban ketika hendak menjadi sasaran begal oleh orang tak terpuji. Pasalnya korban hanya sendiri menghadapi empat begal yang hendak merampas barang yang dimiliki si target.

"Korban melawan karena dikepung 4 begal, 2 begal berhasil dilumpuhkan hingga mati, 2 begal kabur sekarang," tulis Achmad.

Baca Juga: Ketua Golkar Blora Siswanto Dampingi Ketum PPK Kosgoro 1957 Bagikan Ribuan Sembako di Kampung Samin, Sambongrejo

"Korban jadi tersangka saksinya 2 begal yang kabur," sambung politisi Golkar tersebut.

Lebih lanjut Achmad juga menyampaikan keherananya akan insiden ini dalam bentuk pertanyaan.

"Mirip kisah dongeng negeri antah berantah ya?," pungkas Achmad.

Kicauan Achmad diketahui mendapat 240 komentar, 907 retweets, dan 2.416 likes dari netizen hingga berita ini tayang. Sekadar tambaan korban begal berinisial S ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria 34 tahun itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua dari empat orang yang membegalnya.

Baca Juga: Ahmed Zaki Iskandar Ingatkan Warga Jakarta Yang Mudik Lebaran Ikut Cegah Penyebaran Covid-19

Wakil Kepala Polres Lombok Tengah Kompol I Ketut Tamiana mengatakan kedua begal berinisial Pendi atau P (30) dan Oky Wira Pratama atau OWP (21), warga Desa Beleka, dibunuh S karena mencoba membegal di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Minggu, 10 April 2022 dini hari.

"Korban begal dikenakan pasal 338 KUHP menghilangkan nyawa seseorang melanggar hukum maupun pasal 351 KUHP ayat (3) melakukan penganiayaan mengakibatkan hilang nyawa seseorang," katanya, Selasa, 12 April 2022.

Dikatakannya, selain menetapkan S sebagai tersangka, polisi juga menetapkan dua pelaku begal lain, berinisial Wahid atau WH dan HO, sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana curat.

Baca Juga: Pasokan Tinggi, Menperin Agus Gumiwang Heran Minyak Goreng Curah di Jakarta Masih Di Atas HET

Tersangka WH dan tersangka HO, warga Desa Beleka, merupakan pelaku begal yang berhasil kabur saat korban menyerang dua pelaku begal lain hingga tewas.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, sehingga akan terungkap pada persidangan di pengadilan negeri apakah tersangka S bisa dikenakan pasal meskipun membunuh pelaku begal tersebut untuk menyelamatkan diri.

"Tergantung hasil penyidikan, bisa juga dikenakan pasal 48 dan 49 KUHP tentang overmacht atau force majeure. Tergantung putusan di persidangan nantinya," tambahnya. {fin}

fokus berita : #Achmad Annama