17 April 2022

Nyamar Jadi Tukang Parkir, Dedi Mulyadi Temukan Kebocoran Pendapatan Hingga Miliaran Rupiah

Berita Golkar - Dedi Mulyadi mencoba menjadi tukang parkir di Pasar Rebo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat pada Sabtu (16/4/2022) kemarin sejak usai sahur hingga siang hari.

Anggota DPR RI itu turun langung menjadi tukang parkir untuk membuktikan dugaan adanya kebocoran pendapatan parkir hingga miliaran rupiah setiap tahun di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Purwakarta.

“Sekarang sebagai Anggota DPR RI saya turun ke Dapil untuk hal yang sederhana, tapi kalau dikumpulkan bisa besar, yakni dari sektor parkir,” kata Dedi dikutip dari Antara.

Sebelumnya Dedi Mulyadi memberikan sejumlah uang kepada juru parkir liar sebagai honor pengganti yang biasa didapat dalam satu hari.

Baca Juga: Ace Hasan Ajak Kaum Milenial Jabar Terus Belajar dan Cerdas Berpolitik

Selanjutnya uang parkir yang didapat oleh Dedi akan langsung dihitung oleh Bapenda dan Dishub Purwakarta. Sempat terjadi perdebatan antara Dedi dan juru parkir liar. Pria tersebut awalnya ingin tetap menjadi juru parkir karena harus menyetor uang kepada bosnya.

“Ini kan sudah saya kasih tadi Rp 200 ribu untuk honor pengganti. Kalau tetap tidak mau maka bisa dilaporkan ke polisi dan kejaksaan perihal pungutan liar,” katanya kepada juru parkir tersebut.

Menurut dia, dari penghitungan awal pendapatan daerah dari parkir yang bisa didapat di Pasar Rebo mencapai Rp 1,5 miliar per tahun. Namun faktanya yang masuk hanya Rp 150 juta per tahun.

Hal tersebut dibuktikan Dedi saat menjadi juru parkir di salah satu titik Pasar Rebo. Belum genap satu jam ia sudah mendapat Rp 100 ribu lebih.

Baca Juga: Rumah Psikologi Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi: Siap Bantu Kasus KDRT Hingga Perceraian

Ia menyampaikan, seharusnya pemerintah bisa mendapat pemasukan lebih dari sektor parkir. Sebab uang yang didapat nantinya akan berguna untuk masyarakat mulai dari pembangunan/revitalisasi pasar, trotoar, rumah rakyat miskin hingga bantuan lain.

“Sebenarnya kalau pengelolaan benar itu misal dalam satu hari satu titik bisa dapat Rp 300-400 ribu nanti petugas parkir resmi bisa dapat Rp 100-150 ribu. Uang itu tidak ke preman atau oknum, tapi dinikmati petugas dan masyarakat,” katanya.

Ia menduga dalam satu hari ada uang Rp5-6 juta yang dinikmati oleh preman dan oknum. Sehingga hal tersebut harus segera diselesaikan agar pendapatan bisa bertambah untuk merealisasikan program yang bermanfaat untuk masyarakat.

Baca Juga: Reses di Rangkasbitung Lebak, Adde Rosi Pastikan Golkar Kawal Pemilu Tetap 14 Februari 2024

Dari hitungan kasar di Pasar Leuwipanjang dan Pasar Rebo Purwakarta misalnya, seharusnya pemerintah bisa mendapat pendapatan dari parkir Rp4 miliar per tahun. Untuk itu Dedi meminta pemerintah segera melakukan penataan dan penertiban di setiap titik parkir potensial. Selain itu petugas pun harus disiapkan dan dibekali dengan identitas resmi. {bekaci.suara}

fokus berita : #Dedi Mulyadi