17 April 2022

150 Jamaah Terluka, Endang Maria Astuti Prihatin Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa Saat Ramadhan

Berita Golkar - Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti menyampaikan keprihatinan atas serangan polisi Israel ke Masjid Palestina. Terlebih serangan dilakukan saat Ramadhan. Akibat serangan tersebut, sedikitnya 150 jamaah muslim yang sedang menjalankan ibadah terluka.

“Mudah-mudahan Umat Muslim Palestina dilindungi Tuhan yang Maha Esa,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut, Minggu, 17 April 2022.

Pasukan Israel dikabarkan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat subuh dini hari, 15 April 2022, ketika ribuan jemaah sedang berkumpul untuk sholat subuh. Sedikitnya 158 warga Palestina dikabarkan terluka. Dalam insiden itu, Israel juga menahan ratusan warga Palestina.

Baca Juga: Dinilai Berhasil Pulihkan Ekonomi RI, Mukhtarudin: Airlangga Hartarto Berhasil Jaga Pertumbuhan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari juga mengecam serangan dari aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina.

“Kami mengutuk kebiadaban dan kekejaman Israel yang menodai kesucian bulan Ramadhan di Masjid Al Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam,” kata Kharis dalam keterangan tertulis yang dikutip WNC dari Antara di Jakarta, Sabtu, 16 April 2022.

Ia mengatakan serangan brutal yang dilakukan Kepolisian Israel ke dalam Masjid Al Aqsa mengakibatkan ratusan warga Palestina terluka, termasuk para wartawan, tenaga medis, dan perempuan jemaah Masjid Al Aqsa.

Menurut Kharis, telah terjadi upaya sistematis dari Israel untuk terus menggusur rumah warga di tepi barat Palestina dan ribuan kejahatan lainnya selama negara tersebut menduduki Palestina.

Baca Juga: Reses di Rangkasbitung Lebak, Adde Rosi Pastikan Golkar Kawal Pemilu Tetap 14 Februari 2024

Berkaitan dengan hal tersebut, Kharis meminta Kementerian Luar Negeri RI untuk mengajukan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dengan langkah provokasi Israel itu.

Ia menyampaikan, dalam catatan DPR, terdapat 15 resolusi dari Dewan Keamanan (DK) PBB terkait dengan perebutan Yerusalem di antara Palestina dan Israel. Salah satu resolusi penting menetapkan Yerusalem sebagai wilayah di bawah kewenangan internasional dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah.

Namun, lebih dari lima dekade, menurut Kharis, resolusi-resolusi tersebut seperti tidak ada artinya bagi Israel. “Indonesia bisa mengirimkan nota protes dan meminta PBB untuk melindungi rakyat Palestina dari kesewenang-wenangan zionis Israel," ujar dia.

Di samping itu, Kharis pun meminta Pemerintah Indonesia melakukan penggalangan dana bantuan guna meringankan beban korban serangan Israel. {wonogiri.pikiran-rakyat}

fokus berita : #Endang Maria Astuti