17 April 2022

Kemensetneg Rilis Julukan 6 Presiden RI: Pak Harto Bapak Pembangunan, BJ Habibie Bapak Teknologi

Berita Golkar - Indonesia pernah memiliki enam presiden yang sudah selesai masa jabatannya. Kementerian Sekretariat negara melalui unggahan @kemensetneg.ri menyebutkan bahwa seluruh presiden yang telah menjabat mendapat julukan yang berbeda-beda.

Julukan bagi enam Presiden Indonesia yang sudah selesai masa jabatannya merupakan versi Museum Kepresidenan RI Balai Kirti. "Tahu kah #SobatSetneg bahwa tak hanya Indonesia yang memiliki julukan, tetapi Presiden Indonesia juga memiliki julukan, lho!," demikian tulis @kemensetneg.ri yang dipantau Minggu (17/4/2022).

Presiden RI ke-7 Joko Widodo belum mendapat julukan karena masih memangku jabatannya hingga 2024. Mau tahu apa saja julukan Presiden Indonesia?

Baca Juga: Legislator Golkar DPRD Bojonegoro Mati Gantung Diri, Ini Tanggapan Ketua Golkar Jatim, Sarmuji

1. Bapak Proklamator (Soekarno)

Soekarno atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno adalah Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau lahir di Blitar, Jawa Timur, tanggal 6 Juni 1901. Bung Karno memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan sosok yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. '

2. Bapak Pembangunan (Soeharto)

Soeharto adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Julukan Bapak Pembangunan yang tersemat pada Presiden Soeharto karena memfokuskan program kerjanya terhadap pembangunan ekonomi dan menciptakan landasan untuk pembangunan yang disebut sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

3. Bapak Teknologi (B.J. Habibie)

Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie diangkat menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia. Lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

Baca Juga: Polri Temukan NII Rekrut Puluhan Anak-Anak, Dave Laksono: Ini Serius, Harus Ditangani Bersama

B.J. Habibie yang di masa kecilnya biasa disapa Rudy, dikenal memiliki kecerdasan luar biasa di bidang teknologi dan industri pesawat terbang, Itulah alasan B.J. Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi. Pesawat N250 Gatotkaca merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang digagas oleh B.J. Habibie.

4. Bapak Pluralisme (Abdurrahman Wahid)

Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik Indonesia yang menjadi Presiden ke-4 Republik Indonesia. Lahir di Jombang, Jawa Timur pada 7 September 1940.

Gus Dur mendapatkan julukan Bapak Pluralisme karena beliau memberikan gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam dan lantang dalam membela minoritas. Salah satu buktinya adalah pencabutan peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka seperti perayaan Imlek.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Kunci Keberhasilan Itu Tangani Pandemi Respon Cepat, Digitalisasi, Kolaborasi

5. Ibu Penegak Konstitusi (Megawati Soekarnoputri)

Setelah Gus Dur, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden ke-5 Republik Indonesia. Lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, Megawati tercatat sebagai presiden wanita pertama di Indonesia.

Beliau juga sebagai pencetus berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyiapkan sistem pemilihan umum (pemilu) pertama kali dimana masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota legislatif. Itulah alasan mengapa Megawati Soekarnoputri diberi julukan Ibu Penegak Konstitusi.

6. Bapak Perdamaian (Susilo Bambang Yudhoyono)

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden ke-6 Republik indonesia kelahiran 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. SBY sendiri mempunyai latar belakang militer, namun ia mengundurkan diri dari karier militernya setelah diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1999 oleh Gus Dur.

Baca Juga: Sarkowi V Zahry Kecewa Banyak Perusahaan Tambang Gunakan Jalan Umum Hingga Rusak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki sebagai "Bapak Perdamaian' karena pada masa jabatan beliau sebagai Presiden, Indonesia banyak berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Perjanjian Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki, membangun Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC). {tvonenews}

fokus berita : # BJ Habibie #Soeharto