18 April 2022

80 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran 2022, Airlangga Hartarto: Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Berita Golkar - Sebanyak 80 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman saat musim mudik lebaran tahun 2022 ini. Pemerintah berharap mudik tahun ini dapat mendorong perekonomian dan peningkatan daya beli.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Perekonomian, Airlangga Hartarto yang juga selaku Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar saat menghadiri acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh DPP Ormas MKGR di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu petang (17/4).

Dalam sambutan di acara ini, Airlangga menyampaikan rasa syukur dalam penanganan Covid-19. Karena, hingga saat ini kasus Covid-19 di bawah 1.600 per harinya

Baca Juga: Melting Pot Semua Kepentingan, Rocky Gerung: Golkar Model Parpol Paling Bagus Buat Indonesia

"Dan kita sudah menangani Omicron secara baik, bahkan kita sudah menangani BA.2 secara baik. Beberapa negara terjadi lonjakan lagi akibat BA.2. Alhamdulillah Indonesia lebih baik, karena kita juga melakukan survei untuk kesehatan, di mana imunitas masyarakat Indonesia rata-rata sudah di level 90 persen. Baik yang sudah 2 kali vaksin maupun yang sudah 3 kali," ujar Airlangga seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu petang (17/4).

Sehingga kata Airlangga, perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena berdasarkan data, pemerintah memprediksi sebanyak lebih dari 80 juta orang akan melakukan mudik.

"Namun kita harus waspada, yang akan pulang lebaran lebih dari 80 juta. Dan dari Jabodetabek lebih dari Rp 14 juta dan ini menjadi hal yang menjadi perhatian, jangan sampai paska lebaran nanti menimbulkan gejolak baru," kata Airlangga.

Baca Juga: Golkar Siapkan 9 Juta Saksi Untuk 900 Ribu TPS di Pemilu 2024

Berdasarkan pengalaman kata Airlangga, gejolak baru Covid-19 terjadi akibat adanya varian baru. Seperti Januari 2021 lalu, kenaikan Covid-19 bukan dikarenakan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), melainkan karena adanya varian Alfa.

Hal serupa juga terjadi pada Juni 2021 yang diklaim bukan karena lebaran, melainkan karena adanya varian Delta. Sedangkan pada Januari tahun ini, juga terjadi peningkatan karena adanya varian Omicron.

"Jadi dengan pengalaman ini semua, Prokes (protokol kesehatan) menjadi tetap penting, dan booster itu juga menjadi penting. Dan kita tau masyarakat sudah sangat rindu untuk pulang ke daerahnya masing-masing, mudik lebaran. Dan oleh karena itu pemerintah juga memberikan keleluasaan libur yang lebih panjang dengan cuti bersama, tentu dengan harapan terjadi pemulihan ekonomi dan peningkatan daya beli," jelas Airlangga.

Selain itu, dengan adanya arus mudik lebaran tahun ini, Airlangga berharap terjadinya peningkatan ekonomi. Di mana, pertumbuhan di kuarta kedua tahun kemarin sebesar 7,07 persen. {politik.rmol}

fokus berita : #Airlangga Hartarto