20 April 2022

Kebijakan Airlangga Hartarto Terkait Bantuan Tunai Dinilai Membantu Pulihkan Ekonomi Nelayan

Berita Golkar - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meluaskan cakupan Program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKL W) untuk para nelayan di Indonesia. Hal ini dinilai bentuk perhatian Airlangga terhadap kondisi nelayan Indonesia.

Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Iswadi mengatakan, adanya kebijakan ini juga turut mendorong pemulihan ekonomi para nelayan dari dampak pandemi Covid-19.

"Ini merupakan kebijakan Airlangga Hartarto yang sangat strategis untuk membantu para nelayan Indonesia di tengah pandemi, sehingga seluruh nelayan di Indonesia memiliki perekonomian yang kian sejahtera," kata Iswadi dalam keterangannya, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga: Didampingi Salim Fakhry, TM Nurlif Santuni Seribu Yatim dan 3 Ribu Paket Sembako Untuk Warga Agara

Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini mengungkapkan, bahwa Airlangga Hartarto sangat cerdas dalam memahami peran nelayan yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia.

"Khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh rakyat Indonesia, karena selain itu nelayan juga memiliki posisi strategis bagi pemerintah Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besarnya berupa lautan," jelasnya.

Iswadi yang merupakan akademisi sekaligus politikus muda ini berharap, kado istimewa yang diberikan oleh Airlangga Hartarto kepada nelayan dapat kembali menggerakkan ekonomi masyarakat di lingkup terbawah.

Baca Juga: Golkar Aceh Berbagi Ratusan Paket Takjil Untuk Warga di Pasar, Meunasah Hingga Panti Asuhan

"Khusus untuk nelayan, ini adalah program pertama di tahun 2022 yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Insya Allah bantuan yang diperuntukan oleh Bapak Airlangga Hartarto untuk pelaku usaha kelautan dan perikanan," ungkapnya.

"Yakni pada kategori nelayan buruh, nelayan penangkap ikan tanpa kapal, atau nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT (gross tonnage) akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," tutupnya. {nasional.sindonews}

fokus berita : #Airlangga Hartarto