23 April 2022

Meutya Hafid: Digitalisasi Penyiaran Nasional Berkualitas Wujud Komitmen Bersama DPR-Pemerintah

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyampaikan era digital telah membawa begitu banyak perubahan yang berakibat pada banyaknya tantangan yang hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi bukan berkompetisi.

Karena itu, Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki komitmen bersama dalam upaya mewujudkan digitalisasi penyiaran nasional yang berkualitas melalui Analog Switch Off (ASO).

Program ASO yang dicanangkan oleh pemerintah tidak saja sebagai tuntutan perkembangan global, tetapi juga dianggap memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan: Pak Airlangga Sosok Ideal Penerus Jokowi

"Itulah mengapa acara hari ini, adalah sebagai sebuah langkah lanjutan dari keseriusan kami, Komisi I DPR dengan Kemkominfo untuk bersama mewujudkan tayangan penyiaran yang berkualitas melalui Analog Switch Off," kata Meutya Hafid dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (23/4).

Pada Jumat (22/4), Meutya Hafid hadir dalam sambutannya pada kick off pelaksanaan ASO tahap 1 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Usman Kansong, Staf Ahli Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti serta Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Agus Tripriyono.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Masih Marak, KPPG Minta Pemerintah Usung Isu Perlindungan Perempuan di Forum G20

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan digitalisasi penyiaran diperlukan adanya sinergitas, koordinasi, dan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Ini tentunya sudah menjadi komitmen bersama, antara Komisi I DPR dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan digitalisasi penyiaran nasional," ujar Meutya Hafid.

Dia optimistis migrasi teresterial televisi analog menjadi digital akan membuka lapangan pekerjaan secara masif di sektor penyiaran. Mengingat kebijakan tersebut berpotensi mengembangkan industri penyiaran dalam negeri ke tingkat yang lebih tinggi.

Adanya ASO, lanjut Meutya Hafid, akan mendorong keberagaman konten pada industri penyiaran di dalam negeri dalam beberapa waktu ke depan.

"Dengan begitu, kebutuhan akan pemain terutama para generasi muda dan berbagai pendukung suatu penyiaran dapat berjalan akan sangat dibutuhkan untuk memproduksi produk-produk penyiaran yang diharapkan bisa menghadirkan konten yang berisi nilai-nilai pendidikan bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Hari Kartini, Sekjen Wanita Swadiri Yovita Lasti Handini: Perempuan Indonesia Harus Lebih Berani Suarakan Haknya

Dirjen IKP Kominfo Usman Kansong mengungkapkan dengan adanya ASO akan terjadi efisiensi spektrum frekuensi atau digital dividen sebesar 112 MHz yang dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan internet dan 5G, peringatan dini bencana, ekonomi digital, pendidikan, dan kesehatan

Manfaat lainnya kata dia, adalah pemerataan siaran TV yang berkualitas karena lebih stabil dan tahan terhadap gangguan sehingga gambarnya lebih bersih dan suaranya lebih jernih, terbuka peluang munculnya channel dan program baru sehingga tontonan semakin beragam, hingga berpotensi menumbuhkan 232 ribu lapangan pekerjaan baru.

Dalam pelaksanaannya, ASO ini terbagi menjadi 3 tahap, yaitu 30 April (tahap I), 25 Agustus (tahap II), dan 2 November (tahap III). {jpnn}

fokus berita : #Meutya Hafid