23 April 2022

Kerap Manfaatkan Ibu-Ibu Jadi Kurir, Supriansa: Bandar Narkoba Tembak di Tempat Saja!

Berita Golkar - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Riau diminta agar tidak setengah-setengah dalam memberikan tuntutan kepada pengedar narkoba maupun Bandar narkoba. Hukuman yang diberikan harus lebih berat, dan dapat dibedakan antara penyalahguna dengan pengedar.

Kritisi itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Supriansa. Bahkan, kata dia, kepolisian diharapkan juga tak takut melakukan tembak di tempat bagi Bandar narkoba.

“Kalau perlu, sebenarnya ini saya selalu mengharapkan kepolisian jangan takut melakukan penembakan di tempat bagi benar-benar yang pelaku dalam artian sebagai bandar narkoba, karena ini yang merusak (kehidupan manusia),” papar Supriansa, di sela sela mengikuti pertemuan Komisi III DPR RI dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Riau dan Polda Riau, di Pekanbaru, Riau.

Baca Juga: Kekerasan Seksual Masih Marak, KPPG Minta Pemerintah Usung Isu Perlindungan Perempuan di Forum G20

Bahkan lanjut Supriansa, meski dianggap pelanggaran HAM saat menembak pengedar narkoba, namun kejahatan narkoba lebih dari melanggar HAM. Pasalnya, pelaku tidak hanya melakukan penjualan dan meraup keuntungan yang sangat besar, namun juga menghancurkan kehidupan orang, bahkan mematikan orang-orang.

“Coba bayangkan kalau dia memasukkan sekian ton masuk di Indonesia, berapa banyak generasi kita yang hancur, berapa banyak anak-anak sekolah kita yang bisa gagal sekolah,” terang politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Diketahui, Riau merupakan daerah yang sangat rawan dengan perlintasan narkoba. Dia berharap agar bandar narkoba tidak diberi ruang, bahkan dapat dilakukan penindakan di tempat apabila dibutuhkan.

Baca Juga: Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan: Pak Airlangga Sosok Ideal Penerus Jokowi

Menurut Supriansa, pengedar narkoba ini nantinya akan memanfaatkan berbagai elemen masyarakat, seperti ibu-ibu dan lainnya. “Nah ini semua itu karena ada iming-iming yang besar dari bandar narkoba tadi, dengan angka gaji lah, fee lah, dan sebagainya. Kira-kira seperti itu modelnya,” papar dia lagi.

Dia berharap kedatangan Komisi III di Riau ini memberikan manfaat bagi Kepolisian dan Kejaksaan berikut mitra kerja. Sehingga, mereka dapat mengefektifkan semua sendi-sendi kekuatan aparat negara dalam rangka memblok pengaruh-pengaruh narkoba dari luar. {lensaindonesia}

fokus berita : #Supriansa