25 April 2022

Melki Laka Lena Ingatkan Warga NTT Waspadai Penipuan Atas Nama Penempatan Pekerja Migran

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan terkait penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Waspada jalur penipuan PMI. Kita ini terkadang datang agen-agen perekrut rata-rata orang mantan PMI dan mereka yang datang urus di lapangan ini penampilannya biasanya melebihi apa yang mereka miliki. Datang dengan mobil bagus, baju bagus, pake perhiasan, seolah-olah menunjukan bahwa ke luar negeri akan begini hasilnya.

Atau ada siapa yang keluarga di kampung yang punya utang, yang punya soal, yang nantinya dibarter dengan anak gadis untuk bekerja di luar negeri,” jelas Politisi Golkar ini saat bersama mitra kerja BP2MI melakukan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Perlindungan Menyeluruh Kepada PMI Sebagai VVIP di Aula Kantor Camat Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu (24/4/2022).

Baca Juga: Agun Gunandjar: Jangan Hanya Mafia Minyak Goreng, Tangkap Juga Mafia Komoditas Lainnya

Menurut Melki, para perkerut tenaga kerja ilegal biasanya punya modus macam-macam dan paham betul dengan kondisi lapangan serta memiliki koneksi dengan oknum aparat nakal.

“Dia bisa tau koneksi lapangan. Dan itu bisa dipastikan ada orang di desa tersebut pasti tahu cerita dan pergi cerita ke agen-agen perekrut, baik itu melalui oknum aparat di tingkat desa/kelurahan, oknum di lingkup keagamaan, suku agama dan sebagainya. Dan oknum-oknum ini berjejaring dengan oknum dari aparat yang bisa saja terlibat. Karena banyak oknum yang bertindak atas nama uang itu, maka tolong waspadai penipuan atas nama PMI ini”, tegas Melki.

Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Dr. Servulus Bobo Riti mengatakan, cara paling tepat untuk bekerja di luar negeri adalah lewat jalur yang legal.

Baca Juga: Mengenang Keberanian Soeharto Saat Melawat Ke Bosnia Herzegovina

“Walau urusannya agak tidak mudah, lama, butuh waktu, harus punya keterampilan, punya kompetensi tetapi dengan begini bisa memberikan perlindungan ketika kita bekerja di luar negeri,” tutup pria Kelahiran Sumba ini.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala B2PMI NTT, Camat Amanuban Selatan, Kepala Dinas Nakertrans TTS, Perwakilan Kapolsek Amanuban Selatan, Perwakilan Danramil Amanuban Selatan, perwakilan masyarakat dari desa sekecamatan amanuban selatan serta mahasiswa KKN dari Undana Kupang. {mediantt}

fokus berita : #Melki Laka Lena