29 April 2022

Bamsoet Bakal Luncurkan Buku Ke-23 Berjudul 'Indonesia Era Disrupsi'

Berita Golkar - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan meluncurkan buku terbarunya berjudul "'Indonesia Era Disrupsi" pada awal Juni 2022. Buku tersebut berisikan sejumlah tulisan Bamsoet di media dalam negeri dan isu-isu terkini.

"Sebagaimana buku-buku terdahulu, buku 'Indonesia Era Disrupsi' selain berisi kontemplasi analisis dan buah pikirannya atas perkembangan terkini, juga berisi rangkaian tulisan yang telah dipublikasi oleh sejumlah media di dalam negeri.

Fokus pada tema disrupsi menjadi pilihan karena Indonesia dewasa ini sedang dan terus melakoni proses perubahan yang cepat pada sistem dan tatanan di berbagai aspek kehidupan manusia, yang didorong oleh inovasi teknologi dan tuntutan revolusi Industri 4.0," kata Bamsoet dalam keterangan, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga: Partai Golkar, Islam Indonesia dan Menemukan Ketentraman Sosial

Ia menuturkan buku tersebut mengajak masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan di era disrupsi seperti saat ini. Sebab perubahan saat ini begitu cepat terjadi jika tidak maka akan tertinggal.

"Perubahan itu tak bisa dihindari oleh siapa pun, baik masyarakat perkotaan maupun mereka yang bermukim di pelosok-pelosok desa. Nyaris tak ada lagi daerah atau wilayah yang terisolasi," katanya.

Komunitas global sudah mengadopsi Industri 4.0, era baru yang juga menghadirkan begitu banyak perubahan di bidang ekonomi dan industri. Proses yang konvensional pada era Industri 3.0 sudah harus ditinggalkan. Sebab, proses produksi dan distribusi pada sektor industri di era Industri 4.0 bekerja dengan dukungan teknologi digital dan internet.

Baca Juga: Sambangi Warkop Jurnalis, Musa Rajekshah Silaturahmi Dengan Forum Jurnalis Medan

"Digitalisasi dalam proses produksi dan distribusi mengharuskan semua entitas yang terkait langsung dengan industri harus selalu terkoneksi untuk komunikasi dan berbagi informasi. Konsekuensinya, kecepatan tersedianya data dan informasi menjadi faktor yang utama," ujarnya.

Ia menekankan, generasi milenial dan muda saat ini mau tidak mau harus segera beradaptasi dan mengadopsi segala perubahan-perubahan. Sebab dunia kerja saat ini telah berubah tidak seperti masa lalu.

"Terutama karena dunia kerja juga berubah, tidak sama lagi dengan era Industri 3.0. Pada era sekarang, banyak fungsi dalam organisasi manajemen tidak lagi butuh otak dan tenaga manusia, karena sudah digantikan oleh internet of things (IoT)," kata Bamsoet.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Prof Mochtar Kusumaatmadja Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Tantangan tidak berhenti sampai di situ. Persoalan yang mesti dihadapi selanjutnya yakni kesiapan dan kemauan dunia pendidikan nasional untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi saat ini. Diharapkan terjadi perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

"Aspek lain yang tak kalah pentingnya bagi Bamsoet adalah percepatan realisasi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam negeri. Bagaimana pun, TIK sudah diterima dan dipahami sebagai infrastruktur paling penting pada era sekarang," jelasnya.

Bamsoet menuturkan, isi dari buku tersebut juga berupa tulisan bertemakan Pandemi COVID-19 dengan segala dampak serta konsekuensinya.

"Virus Corona yang mewabah di era disrupsi ternyata juga menjadi faktor yang mendorong percepatan transformasi digital pada berbagai aspek. Muncul perubahan baru seperti budaya bekerja dari rumah hingga belajar-mengajar jarak jauh," tutupnya. {news.detik}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet