01 Mei 2022

Gandung Pardiman: Golkar Ada Untuk Bendung Komunis dan Musuh Pancasila

Berita Golkar - Silaturahmi dan buka bersama Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) DIY dengan mengambil tajuk ‘Basmi Ideologi Komunis di Bumi Indonesia’ digelar di Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul, Sabtu (30/04/2022).

Acara tersebut dihadiri anggota Fraksi Golkar DPRD DIY Suwardi, anggota Fraksi Golkar DPRD Bantul Paidi SIP, anggota Fraksi Golkar Kabupaten Sleman H Suryono AMd Kes, termasuk anggota Gepako di Kabupaten/Kota di DIY.

Panglima Besar Gepako DIY, Drs HM Gandung Pardiman MM mengatakan Gepako dan Pembela Pancasila Sakti (PPS) harus bergerak membendung paham komunis. Karena sebenarnya disadari atau tidak Pancasila sudah diujung tanduk.

Baca Juga: Dave Laksono Apresiasi Sikap Jokowi Undang Putin dan Zelensky ke KTT G-20

Oleh karena itu tidak saja masyarakatnya, pemimpin harus lebih menekankan bahwa Pancasila sebagai sumber hukum material yang diterjemahkan sebagai sumber hukum formal. Artinya bisa langsung menjadi pedoman- pedoman dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila.

“Oleh karena itu kita harus waspada terhadap bahaya laten terhadap musuh-musuh Pancasila, bangsa, negara NKRI,” ujar Gandung.

Dengan kondisi sekarang ini kepada para pemimpin bangsa untuk bisa konsisten kata dengan perbuatan dalam memimpin negara ini. Menghadapi masalah-masalah itu,harus dikembangkan dan diwujudkan anak bangsa yang berpancasila, termasuk lahirnya PPS mesti dilanjutkan di tingkat kecamatan makin diperbanyak untuk melawan potensi bangkitnya komunis.

Baca Juga: Golkar Pamekasan Bagikan 1.000 Sarung, Rize Ikhwan Muttaqin: Bahagiakan Masyarakat di Hari Kemenangan

“Saya juga ingin membentuk pasukan khusus, mohon kita semua sebagai Pancasilais sejati, jiwa raganya terpatri dalam sikap-sikap pola pikir dan pola tindak,” ujar Gandung.

Oleh karena itu mempertahankan Pancasila harus dilakukan secara sungguh sungguh. “Penting untuk kita gerakkan bahwa Partai Golkar ada untuk membendung komunis dan musuh Pancasila,” tegas Gandung.

Dahulu ada ‘ontran ontran’ tragedi pembunuhan G30 S PKI, dan hal tersebut mampu menusuk ditataran TNI. Sehingga memang harus pandai membaca masalah-masalah itu. Karena hal tersebut akan membantu dalam memerangi musuh-musuh Pancasila.

“Pancasila ini untuk menjaga keseimbangan hidup berbangsa dan bernegara yang melindungi satu sama lain untuk kejayaan bangsa ini,” jelasnya.

Baca Juga: Airlangga Bersyukur, Ekonomi Indonesia 2022 Diproyeksikan Tumbuh 5,1 Persen

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Suwandi DS ditemui usai memberikan tausiah mengatakan, dalam meredam komunis beberapa hal harus ditempuh.

“Gepako dan juga PPS harus mulai mendekati milenial. Sampaikan fakta sejarah bangsa Indonesia yang benar dan dilakukan terus menerus. Dengan demikian generasi bangsa ini akan tahu sejarah di Negara Indonesia,” ujarnya.

Hadirnya Gepako dan PPS harus diapresiasi karena memang sebagai Garda terdepan dalam memerangi paham komunis di negeri ini. Oleh karena itu, bahaya komunis harus sampaikan kepada anak-anak sekarang. Karena anak anak kelahiran dekade 1990an sampai sekarang belum tentu paham dan nyambung terkait informasi komunis.

Baca Juga: Golkar Manokwari Bagikan 1.000 Paket Takjil, Haryono MK May: Pupuk Tali Persaudaraan Antar Umat Beragama

“Sudah tidak nyambung, tidak paham bahayanya, termasuk latar belakangnya. Sehingga harus dijelaskan bahwa ideologi komunis itu yang berakar pada marxisme-leninisme,” jelasnya.

Komunis dimanapun kata Suwandi, akan merongrong bangsa, agama dan memang seperti itulah komunis diseluruh dunia. “Kalau memang menganggap peristiwa G 30 S PKI ingin dilupakan, lupakan boleh tapi jangan tapi jangan sampai dihapus,” jelasnya. {krjogja}

fokus berita : #Gandung Pardiman