08 Mei 2022

Melki Laka Lena Ungkap Ada Kebijakan Baru Non ASN Bisa Alih Status Jadi PPPK

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena atau akrab disapa Melki Laka Lena mendorong tenaga Kesehatan non ASN yang selama ini honor atau magang di kantor pemerintahan untuk segera mendaftarkan diri menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Demikian disampaikan Melki Laka Lena saat berdialog dengan tenaga kesehatan di Puskesamas Oesao, Sabtu (7/5/2022) setelah sebelumnya meninjau kondisi pelayanan di RSUD Naibonat Kupang.

Turut hadir bersama Melki Laka Lena dalam kunjungan dan dialog ini, Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Kadis Kesehatan NTT, dr. Messerasi Ataupah, Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert A.J Amaheka, dr. Desemiyeti Ngatriani, drg. Imelda Sudarmadji, dr. Budi Usodo, dr. Kudjilita Riwukaho, Paskalis Soge, dr. Veronika Nubatonis, Maria Goreti Tue, dan Kepala Puskesmas Oesao, Matelda L. S. Tabelak.

Baca Juga: Adies Kadir: Golkar Siap Ikut Program Politik Cerdas Berintegritas Terpadu Yang Digelar KPK

Dalam dialog, Melki menerangkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru berupa pengangkatan tenaga kesehatan yang bukan aparatur sipil negara (non-ASN) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kebijakan itu menyusul masih kurangnya jumlah tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan rumah sakit pemerintah daerah.

Pemerintah berharap lebih dari 200 ribu tenaga kesehatan non-ASN dapat beralih status menjadi PPPK tahun ini dan tahun depan seiring mulai berlakunya aturan pemerintah yang menghentikan perekrutan pegawai honorer.

Menurut Melki, program ini sudah ada kesepakatan bersama antara Kemenkes RI, KemenPAN RB, BKN, dan Kemendagri terkait kriteria afirmasi pengangkatan PPPK Tenaga Kesehatan 2022 sebagai acuan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga: 10 Akun Instagram Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dengan Followers Terbesar, 4 Di Antaranya Perempuan

“Jadi mumpung ada program dari Kementerian Kesehatan di pusat, kita dapat alokasi yang besar, segera daftar sudah. Sehingga kalau namanya sudah masuk dan dikirim ke Jakarta. Kami bisa cek nama-nama yang sudah masuk itu kemudian jadi prioritas untuk lulus pertama. Mumpung program bagus begini jadi segera daftarkan diri.

Bagi yang belum, masuk sudah. Proses cepat sudah, lewat kampus, dinas kesehatan. segera daftar awal-awal. ini barang tidak pake test. Masuk lebih awal, proses lebih cepat, jadi biar lulus lebih awal. SK pusat juga keluar lebih cepat,” ajak Melki Laka Lena yang juga Ketua Golkar NTT ini.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dalam kesempatan tersebut meminta Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang, Direktur RSUD Naibonat dan Kepala Puskesmas se-kabupaten Kupang bisa memanfaatkan posisi Melki Laka Lena sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Kemenkes RI dengan baik agar bisa membantu alat maupun fasilitas kesehatan untuk Kabupaten Kupang.

Baca Juga: Mukhtarudin: Distribusi BBM Bersubsidi Untuk Nelayan Harus Tepat Sasaran

“Pa Melki sangat piawai, sangat punya relasi yang banyak, punya human relation bagus sekali. Tapi kita tidak manfatkan dengan baik. Jadi saya minta tolong maanfatkan pa Melki yang ada bukan dalam hal yang negatif tapi dalam hal yang positif,” pesan Jerry Manafe.

Sementara Kadis Kesehatan NTT, dr. Messerasi Ataupah mengucapakan terima kasih kepada Melki Laka Lena yang sudah banyak membantu Pemerintah Provinsi NTT terutama di bidang kesehatan.

“Puji Tuhan, kami di provinsi juga dapat program dari pusat tentu dibantu oleh pa Melki. Tinggal tunggu dana DAK yang sampai sekarang belum cair. Karena sekarang sudah masuk bulan Mei. Kalau bulan depan belum cair tentu sangat mengkhawatirkan. Penyerapan akan sangat terganggu. Kalau ini bisa diselesaikan Pa Melki, Puji Tuhan sekali,” ungkap dr. Messerasi.

Baca Juga: Piter Gusbager Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Kabupaten Keerom

Kadis Kesehatan Kupang, dr. Robert juga memohon bantuan Melki Laka Lena untuk membantu memperjuangkan proposal pembangunan rumah sakit dan puskesmas yang sudah diajukan ke Kemenkes RI.

“Buat 2023 proposal sudah kami ajukan untuk lima puskesmas dan satu rumah sakit di Amfoang. Kiranya bapa Melki bisa memperjuangkan ke kementerian kesehatan supaya ketika kita melakukan asitensi sekiranya pusksmas dan rumah sakit yang sudah kita ajukan, bisa dikerjakan,” pinta dr. Robert. {mediantt}

fokus berita : #Melki Laka Lena