10 Mei 2022

7 Sentimen Positif Publik Terhadap Kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Apa Saja?

Berita Golkar - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dikenal sebagai salah satu menteri andalan Presiden Jokowi di Kabinet Kerja. Keandalannya dalam mengerjakan persoalan ekonomi disukai Presiden Jokowi. Bukan hanya Presiden Jokowi, rakyat Indonesia pun merasakan dampak dari berbagai kebijakan ekonomi yang dibuat oleh Airlangga Hartarto.

Berbagai program ekonomi sudah digulirkan Airlangga Hartarto selama masa kerjanya sebagai Menko Perekonomian 23 Oktober 2019 kala Ketua Umum DPP Partai Golkar ini dilantik bersama 33 menteri lainnya. Satu di antara banyak program yang digagas Airlangga Hartarto adalah Progam Kartu Prakerja.

Program bantuan stimulus yang menyasar para pencari kerja dan pekerja yang mendapat status pemutusan hubungan kerja atau mereka yang sedang bekerja tetapi tidak mendapat pemotongan upah karena Pandemi Covid-19 merasakan betul manfaat bantuan dari program ini.

Baca Juga: Pakaikan Jaket Golkar ke Ketua PKB Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad: Kami Akan Terus Bersama

Selain Program Kartu Prakerja, kira-kira program atau kinerja seperti apa yang diberikan Airlangga Hartarto dalam kapasitasnya sebagai Menko Perekonomian RI dan mendapat apresiasi dari publik? Mari simak.

1. BLT Minyak Goreng

Harga minyak goreng sempat melambung tinggi hingga ke kisaran 40-50 ribu per liternya. Keberadaannya pun langka di beberapa daerah. Hal ini disinyalir karena adanya gangguan pasokan akibat perang yang berkecamuk di Timur Eropa antara Rusia dan Ukraina.

Untuk menutup kerugian dan membantu masyarakat akibat permasalahan ini. Pemerintah melalui Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian memutuskan untuk menggulirkan program bantuan langsung tunai kepada masyarakat terdampak persoalan minyak goreng ini.

Baca Juga: Cen Sui Lan Sponsori Lomba Karaoke Lagu Mandarin Club Huang Mao di BCS Mall Batam

Bantuan langsung tunai minyak goreng telah disalurkan kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar 18,8 juta.

Bantuan itu juga diberikan ke penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan makanan dengan menggunakan minyak pada April 2022 lalu.

Menurut data kami, BLT minyak goreng ini disambut baik oleh masyarakat. Di berbagai media pemberitaan dan media sosial, terdapat 33,3% sentimen positif yang mengaitkan program ini dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Data kami ambil dan olah dari 1 April hingga 30 April 2022.

Baca Juga: Pinto Jayanegara Minta Pemprov Jambi Gencarkan Sosialisasi Soal Hepatitis Akut Misterius

2. Pemulihan Ekonomi

Kinerja Menko Perekonomian memang tidak terlepas dari kondisi ekonomi Indonesia. Apalagi ketika melewati masa Pandemi Covid-19. Perekonomian Indonesia limbung, pertumbuhan negatif dan itu juga dirasakan oleh seluruh dunia.

Beruntung Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian mampu merecovery perekonomian dengan cepat. Hari ini (10/05/2022) Airlangga Hartarto mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang surplus.

Ekonomi Indonesia pada pada Triwulan I-2022 mampu tumbuh kuat sebesar 5,01% (yoy) dan hal ini lebih baik dari beberapa negara lainnya seperti Tiongkok (4,8%), Singapura (3,4%), Korea Selatan (3,07%), Amerika Serikat (4,29%), dan Jerman (4,0%). Perekonomian global sendiri pada tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 3,6% hingga 4,5%.

Baca Juga: Kabar Baik Dari Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Ungguli AS Dan China

Berdasar data yang kami olah pada pembicaraan publik di berbagai platform media sosial dan pemberitaan, publik menyambut positif kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam memulihkan kondisi ekonomi Indonesia. Tercatat ada 1174 Penyebutan dengan 76,5% sentimen positif yang mengaitkan pemulihan ekonomi dengan nama Airlangga Hartarto.

3. Kinerja Menko Perekonomian

Selanjutnya adalah kinerja Menko Perekonomian secara kumulatif dan memuat berbagai program juga menjadi salah satu isu yang mendapat respons positif dari publik. Berdasar data yang kami ambil dari 1 April hingga 30 April 2022, terdapat 1809 penyebutan dengan rasio 80% pembahasan positif terkait kinerja Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

4. BLT UMKM

BLT UMKM merupakan salah satu program yang digulirkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai upayanya menguatkan fundamental ekonomi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Baca Juga: Soal Peluang Koalisi Golkar-Demokrat di Pemilu 2024, Sarmuji: Sebelum Janur Kuning Melengkung, Semua Mungkin

BLT UMKM ini dikhususkan kepada para pedagang kaki lima (PKL), pemilik warung, hingga nelayan masih akan diberikan. BLT UMKM 2022 akan diberikan kepada masing-masing penerima sebesar Rp 600 ribu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto pernah mengatakan, bahwa penerima bansos ini targetnya diberikan kepada 2,76 juta orang dengan nominal masing-masing Rp 600 ribu per penerima. Jumlah penerima itu terdiri dari 1 juta PKL dan pemilik warung, serta 1,76 juta orang nelayan.

Isu terkait BLT UMKM ini direspon positif oleh publik sebesar 85% dengan 668 penyebutan selama 1 – 30 April 2022.

5. Pandemi Covid-19 (KPC-PEN)

Pandemi Covid-19 menjadi momok menakutkan bagi pemerintahan di belahan dunia manapun. Aktifitas ekonomi yang terhenti bisa membuat negara gulung tikar dibuatnya.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Luar Biasa di Waduk Cirata Bikin Kaget Dedi Mulyadi: Luar Biasa!

Presiden Jokowi jeli melihat ini, dan menempatkan menteri terbaiknya menangani persoalan Pandemi Covid-19 secara komprehensif, mulai dari persoalan kesehatan, ekonomi sampai yang terkecil masalah protokol.

Airlangga Hartarto pantas menerima penghargaan atas kinerjanya memperkecil risiko dari kerugian ekonomi dan kesehatan selama masa Pandemi Covid-19. Publik pun mengapresiasi kinerja Airlangga Hartarto dalam tugasnya sebagai Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Sentimen positif didapatkan Airlangga hingga angka 90,5% dari isu kinerjanya sebagai KPC PEN dalam upaya menanggulangi Pandemi Covid-19. Angka tersebut didapat dari 1002 penyebutan dari berbagai media pemberitaan dan pembahasan di platform twitter selama 1 hingga 30 April 2022.

Baca Juga: Soal Ambrolnya Perosotan Kenjeran Park, Arif Fathoni: Kalau Terbukti Lalai, Cabut Izin Operasionalnya

6. Pemersatu

Kata pemersatu memang menjadi barang langka setelah Indonesia mengalami pembelahan atau disintegrasi bangsa belakangan ini. Perdebatan di media sosial mengisi hari-hari masyarakat Indonesia mulai dari persoalan keagamaan, sosial sampai politik. Segalanya dipenuhi perdebatan yang meruncing.

Indonesia butuh sosok pemersatu untuk kembali merajut persatuan yang ringkih ini. Belakangan muncul sosok Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar yang dianggap bisa mengemban harapan ini.

Airlangga Hartarto dianggap sebagai figur netral yang tidak berat sebelah dan berpihak. Ia adalah sosok yang moderat dalam menyikapi persoalan bangsa. Karenanya, publik pun setuju jika figur Airlangga Hartarto adalah figur pemersatu sebagaimana rekam data yang kami catat.

Terdapat 260 penyebutan selama bulan April 2022 yang mengaitkan antara persatuan dan figur Airlangga Hartarto. Hebatnya, sentimen yang diraih mencapai 100%. No debat, semua setuju.

Baca Juga: Menko Luhut: Selama Lebaran, Ekonomi RI Meningkat 30 Persen

7. Program Kartu Prakerja

Program kartu prakerja harusnya memang menjadi kapitalisasi isu bagi pribadi Airlangga Hartarto. Atas program yang mengkombinasikan bantuan langsung tunai dengan pelatihan keterampilan kerja ini, Airlangga Hartarto mendapat 100% sentimen positif. Akan tetapi jumlah penyebutannya cukup minim.

Selama bulan April 2022, kami mencatat hanya ada 141 penyebutan yang mengaitkan Airlangga Hartarto dengan Program Kartu Prakerja, untungnya 100% penyebutan memiliki sentimen yang positif. Karena itu, perlu effort lebih bagi Airlangga Hartarto agar bisa mengidentifikasi dirinya lekat dengan keberadaan Program Kartu Prakerja.

fokus berita : #Airlangga Hartarto