11 Mei 2022

Bantah Konflik Internal, Agung Widyantoro: Justru Golkar Makin Solid dan Kompak Dukung Airlangga

Berita Golkar - Kabar Partai Beringin sedang mengalami konflik internal bergulir di sejumlah media massa. Disebut-sebut, sejumlah anggota ingin pergantian posisi Ketua Umum Partai Golkar yang saat ini dijabat Airlangga Hartarto.

Terkait hal ini, Anggota Komisi II DPR RI fraksi Partai Golkar, Agung Widyantoro membantah kabar tersebut. Menurutnya Partai Golkar kini justru makin solid dan kompak jelang Pemilu 2024.

“Yang saya tahu, Partai Golkar semakin solid dan kompak galang dukungan untuk Airlangga Hartarto menjadi presiden,” kata Agung kepada IDN Times, Rabu (11/5/2022).

1. Golkar disebut dukung Airlangga maju Pilpres 2024

Agung mengaku keputusan Golkar mengusung Airlangga Hartarto maju dalam Pilpres 2024 sudah bulat. Keputusan itu juga sudah disetujui dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar pada Februari 2022.

Keputusan Munas saat itu memastikan Golkar akan mengusung Airlangga Hartarto dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Kami sesuai keputusan Munas untuk mendukung Pak Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres 2024,” ujar Agung.

2. Elektabilitas Airlangga masih rendah

Meski sudah diusung bakal maju sebagai capres di 2024, elektabilitas Airlangga berdasarkan beberapa survei masih rendah. Kondisi ini menjadi tugas berat bagi Golkar untuk meningkatkan elektabilitas dan popularistas Airlangga di tahun politik.

Dalam survei Charta contohnya, Airlangga Hartarto masih menduduki peringkat terbawah. Menurut survei terbaru, Airlangga Hartarto hanya menempati posisi 10 dengan elektabilitas satu persen.

Dia berada jauh dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan perolehan elektabilitas mencapai 29,2 persen, dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto 23 persen.

Sementara dalam survei SMRC terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden, nama Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto setidaknya punya posisi kuat mengalahkan Ketum Gerindra Prabowo Subianto-Ketua DPR RI Puan Maharani.

Menurut survei tersebut, duet Prabowo-Puan akan kalah bila berhadapan dengan Ganjar-Airlangga dengan selisih suara satu persen. Dalam surveinya, Prabowo Puan mendapat 39,3 persen suara, sementara Ganjar-Airlangga sedikit lebih ungul dengan suara 40,3 persen.

3. Kabar lama kisruh internal Partai Golkar

Kabar konflik internal di kubu beringin sebenarnya sudah lama tersiar. Kabar ini pun bukan kali pertama.

Golkar pernah diisukan ber-konflik pada 2014. Konflik ini berawal dari hasil Rapimnas VI Partai Golkar di Jakarta yang memberi mandat kepada Aburizal Bakrie yang menjabat Ketua DPP Partai Golkar sebagai calon presiden atau calon wakil presiden saat itu.

Namun sejumlah elite Golkar dikabarkan tidak setuju dengan keputusan Rapimnas tersebut. Kondisi diperparah setelah Aburizal Bakrie saat itu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014.

Konflik internal Golkar lalu diguncang kembali jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih ketua umum pada 2019.

Golkar dikabarkan pecah dua suara, lantaran dua tokoh sentral maju mencalonkan diri sebagai calon ketua umum, yakni Bambang Soesatyo, dan Airlangga Hartarto.

Berdasarkan munas tersebut Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum Golkar mengalahkan Bambang Soesatyo yang saat ini duduk sebagai Ketua MPR RI.

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Agung Widyantoro