15 Mei 2022

Papua, Jokowi dan Presiden RI Berikutnya

Berita Golkar - Semua Presiden Indonesia memperhatikan Papua. Kita wajib apreasi dan hormat. Namun dengan segala kerendahan hati, tidak ada yang sebesar perhatian Presiden Jokowi. Dia berkunjung lebih dari 13 kali, menyentuh tangan rakyat Papua, melihat dan merasakan sendiri kondisi dan situasi disana. Jokowi bukan Presiden yang percaya begitu saja laporan bawahannya, untuk itu dia terkadang nekat menantang bahaya.

Jokowi adalah bapak pembangunan bagi Papua. Dia membangun lebih dari 3000 km jalan dan tol, jembatan, pelabuhan dan bandara dalam rangka menghapus keterisolasian dan memang kas ekonomi berbiaya tinggi.

Beliau ingin rakyat Papua menikmati pembangunan sebagaimana halnya rakyat Indonesia di tempat-tempat lain. Banyak yang mencibir tapi Papua perlu Presiden yang programnya kongkrit. Karena itulah beliau jalan terus. Dalam konteks Papua, prinsip Pak Jokowi "I know better for which I know what to do"

Ada kekhawatiran Presiden berikut tidak akan mewarisi passion dan perhatian Pak Jokowi terhadap Papua. Mudah-mudahan ini hanya sebatas kekhawatiran.

Presiden berikut harus mempunyai kecintaan yang sama terhadap Papua, Alhamdullilah jika bisa lebih.

Yg saya posting disini adalah cuplikan pidato besar Presiden Jokowi tentang Papua yang beliau sampaikan di Wellington, 19 Maret 2018 dihadapan lebih dari 1000 masyarakat Indonesia di Selandia Baru yang hadir dari berbagai penjuru. Sambutan masyarakat begitu antusias dan saya bangga sebagai Dubes RI waktu itu.

Sebagai pencinta Papua, saya berdoa Papua akan terus menjadi perhatian pemerintah dibawah Presiden Indonesia berikut. Affirmasi pembangunan di Papua hanya terjadi jika Presidennya punya passion terhadap dua provinsi paling timur tersebut

Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua (ucapan Gubernur Lukas Enembe dalam bukunya "Papua-antara uang dan kewenangan )

Tantowi Yahya, Dubes LBBP RI untuk Selandia Baru, Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook dan Nieu (2017-2021)

fokus berita : #Tantowi Yahya