17 Mei 2022

CSR Mengalir ke Jawa, Rudy Mas'ud Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang

Berita Golkar - Anggota komisi III DPR-RI, Rudi Mas’ud menghimbau Pemerintah Provinsi Kaltim agar memberikan peringatan kepada sejumlah perusahaan tambang batubara PKP2B untuk menyalurkan dana CSR pendidikan ke Universitas di Kaltim.

Karena, perusahaan tambang di Kaltim yang menyerahkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada tiga Perguruan Tinggi di Jawa, kini banyak menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat dan tokoh di Kaltim.

"Ini yang harus diperhatikan Pemerintah Provinsi Kaltim, jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi. Makanya saya minta agar Pemprov Kaltim harus tegas untuk memberikan peringatan kepada perusahaan-perusahaan di Kaltim untuk segera memberikan CSR itu kepada masyarakat Kaltim terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tegaskan Koalisi Pemerintah Solid Kawal Jokowi hingga 2024

Rudi Masud diwawancarai usai Halal bi Halal bersama seluruh Kader Partai Golkar se-Kalimantan berharap kejadian CSR perusahaan tambang di Kaltim keluar ke pulau Jawa, seharusnya tidak boleh terjadi lagi ke depannya karena perusahaan itu berkegiatan usaha di Kalimantan Timur dan mesti mereka prioritaskan kepada masyarakat Kaltim terlebih dahulu.

“Ini memang yang disesalkan, harusnya dana CSR harus diberikan kepada masyarakat Kaltim terlebih dulu, bukan memprioritaskan yang di luar Kalimantan. Karena mereka ini membuka usahanya di Kaltim,” jelas Rudi Mas’ud, Minggu, 15 Mei 2022.

Rudi Masud yang disapa Harum itu, menambahkan Kalimantan Timur ini masih membutuhkan CSR untuk kesejahteraan masyarakat apalagi dana tersebut diperuntukkan untuk Pendidikan di Kaltim.

Baca Juga: Manuver Politiknya Lincah, Airlangga Hartarto Sangat Mungkin Jadi Capres Primadona di Pilpres 2024

Adanya pernyataan perusahaan tambang bahwa dana ratusan miliar untuk tiga Universitas di Jawa tersebut berasal dari pribadi, Harum menegaskan agar pihak persuhaan segera keluarkan dana CSR nya untuk masyarakat.

“Kalau mereka bilang dana itu dari kantong pribadi, segera dikeluarkanlah dana CSRnya untuk masyarakat, dihitung berapa jumlah kemudian berikan kepada masyarakat,” tegasnya. {kaltim.proka}

fokus berita : #Rudy Mas'ud