18 Mei 2022

Lalu Satriawandi: Koalisi Golkar Bersama PAN dan PPP Segera Berlanjut di NTB

Berita Golkar - Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Lalu Satriawandi mengatakan, sebagai tindak lanjut terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri atas Golkar, PPP, dan PAN di tingkat pusat, sudah ada sinyal dari DPP Partai Golkar untuk meneruskan koalisi di daerah. “Oh ya, sudah ada lampu hijau dari DPP untuk menjalin komunikasi di tingkat daerah antara tiga partai ini,” katanya.

Politisi asal Lombok Tengah itu mengatakan, konkretnya ketiga partai di tingkat provinsi akan semakin intens membangun komunikasi. “Menjalin silaturahmi, membangun kerja sama (politik),” terangnya.

Jalinan komunikasi di tingkat provinsi diharapkan semakin menguatkan fondasi Koalisi Indonesia Bersatu yang tengah digagas di tingkat pusat. Namun ditegaskan pria yang juga menjabat sebagai ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB itu,

 

Baca Juga: Dualisme Kepengurusan, James Timisela Tegaskan Dominggus Ayal Sebagai Plh Ketua Golkar Maluku Ilegal

jalinan komunikasi ini dimaksudkan demi mendukung semangat koalisi di tingkat pusat. “Kalau untuk mengusung (calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub 2024), lain lagi ceritanya,” terangnya.

Prinsipnya, komunikasi antara tiga partai harus semakin intens. “Sebenarnya kalau kami, komunikasi intens ini sudah kami lakukan, sebelum terbentuknya koalisi di pusat. Tidak hanya dengan PAN dan PPP tetapi hampir semua partai,” ujarnya.

Dikatakan Satriawandi, Koalisi Indonesia Bersatu di tingkat pusat sangat mungkin untuk mengusung capres dan cawapres. Bahkan dia yakin, peluang besar bagi Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk diusung oleh tiga partai menjadi capres 2024 nanti. “Mudah-mudahan (koalisi ini) konsisten. Sangat terbuka (bagi Airlangga diusung jadi capres),” ujarnya.

Baca Juga: IDI: Terima Kasih Pak Airlangga Atas Perhatian dan Dukungan Terhadap Tenaga Medis Selama Pandemi

Sementara di tingkat provinsi diharapkan jalinan komunikasi tiga partai dapat membawa kekuatan politik yang tangguh dalam mewujudkan agenda politik bersama seperti di arena legislatif. “Bisa saja (seperti itu),” pungkasnya.

Pengamat politik memprediksi, koalisi linier antara pusat dengan daerah masih menemui banyak tantangan untuk dapat diwujudkan. “Saya pikir masih sangat dinamis, belum permanen. Masih ada sejumlah momentum politik yang memungkinkannya berubah,” kata pengajar Ilmu Politik di UIN Mataram Ihsan Hamid.

Belum kokohnya fondasi koalisi di pusat menurutnya, akan berdampak pada upaya meneruskan koalisi di daerah. “Itu masih bersifat gagasan saja, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa saja benar-benar berlanjut sampai pilpres untuk usung capres/cawapres sendiri, tetapi untuk linier sampai daerah saat ini tentu fondasi koalisi harus lebih kokoh lagi melalui sejumlah komitmen politik,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Koalisi Indonesia Bersatu, Ahmed Zaki Iskandar: Golkar DKI Jakarta Segera Konsolidasi

Meski demikian Ihsan mengapresiasi langkah Golkar, PAN, dan PPP membangun koalisi sebagai upaya menghindari polarisasi politik yang cenderung mengarah ke beberapa tokoh dan partai tertentu saja. “Kehadiran koalisi ini bagus, karena memang tujuannya menghindari polarisasi,” analisanya. {lombokpost.jawapos}

fokus berita : #Lalu Satriawandi