19 Mei 2022

Dukung Transformasi Digital Nasional, Meutya Hafid: Adaptasi Dengan Teknologi Secara Cepat dan Tepat

Berita Golkar - Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menegaskan DPR mendukung program digitalisasi sekaligus dilakukannya transformasi digital nasional melalui program-program akselerasi atau percepatan peningkatan kemampuan talenta digital secara merata di seluruh wilayah NKRI.

Meutya mengatakan saat ini Indonesia berada Revolusi Industri 4.0 dimana tren industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi cyber.

"Hasilnya pengambilan dan pertukaran informasi dapat dengan mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan melalui jaringan internet," ujar Meutya sebagai keynote speaker webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk; Akselerasi Talenta Digital di Era Industri 4.0, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Melki Laka Lena Minta BPJS Kesehatan Optimalkan Akses Pelayanan Kesehatan di Indonesia Timur

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diikuti 200 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek. Kegiatan itu menghadirkan Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan serta CEO Wanitalk, Wiwid Syahdiyah.

Meutya Hafid yang merupakan politisi perempuan Partai Golkar beranggapan untuk menjawab tantangan industri 4.0, kunci utamanya adalah akselerasi talenta digital. "Talenta digital adalah seseorang yang mempunyai kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital secara tepat dan cepat," katanya.

Sementara itu, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Semuel A Pangerapan mengatakan literasi digital memegang peranan penting dalam agenda transformasi digital nasional. "Kunci dasar transformasi digital itu adalah literasi sumber daya manusia," kata Semuel.

Baca Juga: Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Ideal, Gandung Pardiman: Mampu Wujudkan Roh Keindonesiaan

Kemampuan sumber daya manusia akan berpengaruh terhadap bagaimana mereka menggunakan ruang digital. Pemerintah gencar mengadakan literasi digital agar masyarakat bisa menggunakan internet untuk hal yang positif. "Bagaimana beraktivitas di ruang digital secara aman, bertransaksi secara aman dan menjaga data pribadi," ujarnya.

Di tempat yang sama, CEO Wanitalks, Wiwid Syahdiyah mengungkapkan keberadaan Wanitalks untuk membangun ekosistem dan komunitas bagi seluruh individu Indonesia untuk memahami sepenuhnya tentang perjalanan pernikahan mulai dari pra-nikah hingga mengasuh anak. {jurnas}

fokus berita : #Meutya Hafid