22 Mei 2022

Banyak Anak Jadi Yatim Dampak Pandemi, Ace Hasan: Kita Perlu UU Perlindungan Yatim Piatu

Berita Golkar - Banyaknya orang yang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19 menyebabkan banyak anak yang kehilangan orangtua. Sehingga keberadaan UU Perlindungan Yatim Piatu mutlak dibutuhkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, dalam kegiatan Advokasi dan Desiminasi Perlindungan Anak di Masa Darurat dan Pasca Pandemi Covid-19, Sabtu (21/5).

"Belajar dari Pandemi Covid-19, kita memang memerlukan sebuah UU perlindungan anak yatim dan yatim piatu. Kita bisa melihat saat Covid-19 terjadi, siapa yang memberikan perhatian terhadap mereka anak yatim dan yatim piatu," kata sosok yang akrab disapa Kang Ace itu dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Baca Juga: Soroti Imbas PMK, Sarmuji Minta Pemerintah Ringankan Beban Peternak Jelang Idul Adha

Didasari hal itu, Komisi VIII DPR RI terus berupaya agar negara selalu memberikan perhatian dan perlindungan serius terhadap fakir miskin dan anak terlantar, termasuk anak yatim dan yatim piatu.

"Anak yatim dan yatim piatu adalah aset bangsa. Sudah sepantasnya mereka dapat perlindungan sejak dini melalui dukungan regulasi yang memadai," ujar Ketua DPD Partai Golkar Jabar.

Menurutnya, selama dua tahun pandemi Covid-19 menimbulkan persoalan sosial di Jabar seperti, jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang meningkat. Dalam kasus tersebut, istri dan anak umumnya menjadi korban.

Baca Juga: Airlangga Hartarto: Penyimpangan Distribusi Maupun Ekspor Minyak Goreng Bakal Ditindak Tegas

"Lalu banyak anak yatim dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat Covid 19. Ketiga selama pandemi, anak atau siswa merasa mendapat tekanan dari orang tua, secara psikis, anak merasa cepat bosan dan ada potensi loss learning," tuturnya.

Bagi Komisi VIII DPR RI, perlindungan anak merupakan sesuatu yang sangat penting dan fundamental. Sebab, anak termasuk anak yatim dan yatim piatu menjadi investasi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

"Usia dini kita sangat besar karena tingkat pertumbuhan mortalitas anak cukup tinggi. Sehinggga tentu saja melahirkan berbagai masalah di dalamnya, sebab itu negara harus hadir dalam memberikan perlindungan terhadap mereka," pungkasnya. {politik.rmol}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily