29 Mei 2022

Gaungkan IAS Jadi Cagub Sulsel, Nurdin Halid: Semoga Tak Ada Yang Sakit Gigi

Berita Golkar - Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi bergabung ke Golkar. Ia mantap kembali ke partai yang pernah ia pimpin. Pengumuman IAS kembali ke Golkar dirangkaikan secara meriah. Aco sapaannya dipakaikan jas kuning oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Golkar Nurdin Halid (NH) di acara halal bihalal di Four Point By Seraton Makassar pada Ahad, (29/05/2022) hari ini.

Suara dukungan IAS dari peserta halal bihalal sebagai calon gubernur (Cagub) Sulsel 2024 menggema di acara itu. Bak gayung bersambut, NH langsung meresponsnya dengan membuat yel-yel.

"Golkar, Indonesia. Indonesia, Golkar. Airlangga, Presidenku. IAS, Gubernurku," kata NH yang dijawab dengan gemuruh oleh peserta halal bihalal.

"IAS, Gubernurku. IAS, Gubernurku," lanjut NH mengulangi seruan kepada Aco untuk maju di Pilgub Sulsel 2024.

Baca Juga: Singkirkan PDIP dan Gerindra, Survei PSI: Elektabilitas Golkar Paling Perkasa dengan 16,9 Persen

Terakhir, NH berharap tak ada yang keberatan dengan yel-yel ini. "Mudah-mudahan tidak ada yang sakit gigi," sambung NH dengan nada bercanda.

NH menjelaskan, proses penetapan usungan Golkar di Pilgub Sulsel 2024 memang harus melalui mekanisme. Serta figur yang dijagokan memiliki kriteria yang mendukung. Namun setiap kader Golkar memiliki peluang yang sama.

"Memang ada kriteria seperti pengalaman, pengabdian, survei hingga pengurus. Dan dalam merekrut calon kepala daerah ada aturan. Tapi semua kader punya kesempatan yang sama, karena ini pilihan rakyat. Jadi instrumen partai menentukan," ungkapnya.

Baca Juga: Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Henry Indraguna Diangkat Jadi Penasehat DPP Lindu Aji

Sementara itu, IAS menjawab diplomatis terkait dorongan maju Pilgub Sulsel, dari NH dan peserta halal bihalal. Ia menyebutkan, siapa saja boleh mendorong siapa pun maju di Pilgub.

"Siapapun bisa bicara, tapi komitmen kita menghadapi 2024, apa yang saya harus lakukan. Mengatarkan partai sebagai pemenang pemilu dan mengatarkan bapak Airlangga Hartarto sebagai presiden dan akan berdampak 8 bulan kemudian," jelasnya.

Namun IAS mengaku akan berjuang mengantarkan Beringin terlebih dahulu di Pilpres dan Pileg. "Mengadapi Pilkada ada waktu 8 bulan, bagaimana Partai Golkar menjadi pemenang. Kalau bisa menang tanpa koalisi itu hal luar biasa dan kerja-kerja politik ini saya harus kerjakan," bebernya.

"Karena mekanisme pencalonan di Golkar itu ada. Kalau Pak Taufan mau maju, silakan. Yang lain juga mau maju, ya silakan. Karena kita punya mekanisme di Golkar," sambungnya. {makassar.sindonews}

fokus berita : #Ilham Arief Sirajuddin #Nurdin Halid