30 Mei 2022

Ace Hasan: Golkar Terbuka Jika Nasdem, PKS, dan Demokrat Gabung Koalisi Indonesia Bersatu

Berita Golkar - Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menanggapi ajakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Keterbukaan tersebut tak hanya berlaku kepada PKS, tetapi juga Partai Nasdem dan Partai Demokrat.

"Kami sekali lagi terbuka, termasuk dengan PKS, termasuk kepada Partai Demokrat, termasuk juga kepada partai-partai yang lain, seperti Nasdem," ujar Ace di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/5/2022).

Koalisi Indonesia Bersatu, jelas Ace, sifatnya masih inklusif sehingga masih menerima partai-partai lain untuk bergabung. Terpenting dalam koalisi adalah harus bisa menyamakan persepsi hingga platform antara partai politik yang bekerja sama.

Baca Juga: Bamsoet Dorong Industri Kendaraan Udara Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

"Koalisi tentu harus dibangun berdasarkan atas kesamaan pandangan, kesamaan platform, sehingga ketika kita melangkah tentu tidak ada perbedaan-perbedaan yang prinsipil sehingga koalisi ini menjadi mudah terpecah," ujar Ace.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan hadir langsung dalam perayaan Milad ke-20 PKS. Ia pun menggunakan kesempatan pidatonya untuk mengajak PKS bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu yang telah dibentuk oleh partainya, Partai Golkar, dan PPP.

"Kami, Golkar, dan PPP mencoba membuat Koalisi Indonesia Bersatu ya itu coba. Maksudnya mudah-mudahan PKS bisa bersama-sama, maksudnya itu jangan dua lagi, calonnya jangan dua lagi Pilpres besok," ujar Zulkifli dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (29/5/2022).

Baca Juga: Berkat Legislator Golkar Sumedang Asep Kurnia, Tumpukan Sampah di Pangsor Cihanjuang Akhirnya Diangkut

Ia menjelaskan, polarisasi di masyarakat masih terasa pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Hal tersebut merupakan dampak hanya hadirnya dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang membuat pendukungnya mati-matian membela keduanya.

"Atmosfer kita itu pengap, negatif, dan tidak produktif. Mungkin akibat Pilpres kemarin hanya dua pasang. Karena Pilpres hanya dua pasang, para pendukung mati-matian mendukung kandidatnya," ujar Zulkifli. {republika}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily