31 Mei 2022

10 Ketua DPC Demokrat Sulsel Putuskan Ikut IAS Hijrah ke Partai Golkar

Berita Golkar - Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur Saenong mengungkapkan 10 Ketua DPC Demokrat di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tidak menghadiri pelantikan pengurus DPD Demokrat Sulsel mengisyaratkan akan ikut hengkang dari Demokrat. Mereka bakal mngikuti jejak Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bergabung ke Golkar.

"Hampir semua (DPC Demokrat) yang tidak ikut pelantikan, akan mengikuti jejak IAS. Ada 10 (DPC) tidak hadir (pelantikan)," ungkap Amirullah Nur Saenong kepada detikSulsel, Selasa (31/5/2022).

Dia menuturkan 10 Ketua DPC Demokrat tersebut antara lain Ketua DPC Pinrang sekaligus Bupati Pinrang Irwan Hamid, Ketua DPC Maros Amirullah Nur, Ketua DPC Wajo Rahman Rahim, Ketua DPC Barru Irmawaty Syahrir, Ketua DPC Bulukumba Murniaty.

Baca Juga: Masalah Minyak Goreng Belum Juga Tuntas, Nusron Wahid Dukung Rencana Audit HGU Perusahaan Kelapa Sawit

Selain itu, ada Ketua DPC Bantaeng Muh Arasy, Ketua DPC Luwu Utara Ansar Akib, Ketua DPC Toraja Utara Hatsen Bangri, Ketua DPC Sinjai Muh Nasyit Umar, dan Ketua DPC Takalar Japri Y Timbo. "Buktinya mereka tidak hadir (pelantikan). Cepat atau lambat pasti kita bergeser (tinggalkan Demokrat). Sisa momen kita tunggu," ujar Amirullah.

Amirullah menjelaskan usai Muscab Demokrat Maros, dia memastikan tak lagi di Demokrat. Namun bisa saja dia hengkang sebelum Muscb digelar. Kendati demikian, dia menuturkan tetap mengupayakan menyelesaikan tugasnya hingga periode jabatannya berakhir.

"Masa jabatanku sampai September. Tapi bisa tidak sampai, kalau sudah ada mi kita persiapkan mandat, kita tinggal-mi saja," ujarnya.

Baca Juga: Ace Hasan Minta Kasus Dana Bantuan Pesantren Yang Disunat Oknum Parpol Diusut Tuntas

Amirullah menyebut dia juga hampir pasti ikut IAS ke Golkar. Sebab dia menilai IAS diterima dengan baik. Sehingga dia menyebut juga akan menyusul IAS ke Golkar. "Bahwa kelihatannya Pak IAS nyaman di Golkar. Kalau IAS nyaman di Golkar, saya aminkan di situ," tutup Amir.

Sementara, Ketua DPC Demokrat Wajo Rahman Rahim saat dikonfirmasi terkait isu kepindahanny dari Demokrat tidak membantah. Namun dia menjawabnya dengan politis. Dia mengaku akan fokus menyelesaikan terlebih dahulu masa kepemimpinannya sebagai Ketua Demokrat Wajo.

"Saya kan Ketua DPC (Demokrat Wajo), tentu ini kapal saya kasih berlabuh di pelabuhan dulu," kata Rahman kepada detikSulsel.

Baca Juga: Antrean Solar di Bontang Sudah Meresahkan, Nursalam: Pemkot Segera Cari Solusi, Jangan Diam Saja!

Namun dikatakan Rahman, rencana pindah partai itu berpeluang setelah Musyawarah Cabang (Muscab) Demokrat Wajo. "Sampai di pelabuhan, saya ganti nakhoda. Artinya tidak mungkin lagi saya lanjutkan ini nakhoda. Saya akan serahkan baik-baik," tambah Rahman.

Rahman berkomitmen tidak akan meninggalkan Partai Demokrat di tengah jalan. Dia ingin memberikan contoh pendidikan politik yang baik. "Karena kalau saya bergeser ke partai lain, saya tidak mau kesannya tidak mau berjuang. Gaya politik ini tidak bagus juga," ujarnya.

Apalagi sejak pertama kali bergabung di Partai Demokrat, Rahman sudah bersusah payah membesarkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut di Wajo. Kenaikan kursi Demokrat di Wajo cukup signifikan.

Baca Juga: Arsyadjuliandi Rachman: 4 Pilar Jadi Benteng Indonesia Hadapi Globalisasi

"Saya masuk Demokrat dari 0. Ikut pemilu pertama kali, kepemimpinan saya langsung masuk tiga besar, dari 0 langsung 4 kursi," ungkap Rahman.

IAS Sebut Loyalisnya Bakal Ikut Pindah ke Golkar

Politikus senior Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memastikan sejumlah loyalis yang mendukungnya di Musda Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Desember 2021 lalu akan ikut pindah ke Partai Golkar. Beberapa orang bahkan sudah terang-terangan menyatakan keluar dari Demokrat dan gabung ke Golkar.

"Sudah ada 2, 3 orang sudah pasti menyatakan diri pasti ikut menjadi kader Golkar," ujar IAS usai dikukuhkan menjadi kader Golkar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (30/5).

Baca Juga: Miswar Gunawan Hasibuan Bagikan Sembako Dari Pesinetron Michelle Ziudith Untuk Warga Kota Binjai

IAS memaklumi bila ada orang dekatnya di Demokrat yang memutuskan ikut hengkang. Salah satu faktor yang membuat loyalisnya itu meninggalkan Demokrat karena sudah tidak nyaman. "Saya kembalikan ke teman-teman. Teman-teman memang sementara ada yang mencari suasana nyaman dulu lah," tambah dia.

Namun IAS menegaskan tidak memaksa mereka untuk keluar dari partai Demokrat. Semuanya tergantung hasil pertimbangan masing-masing.

"Itukan hak politik seseorang. Saya selalu mengatakan, dalam dinamika politik itu, perasaan bisa terbawa. Artinya kalau kita nyaman, pasti akan bertahan. Tapi ketika ada sesuatu yang tidak nyaman, kan banyak pilihan," pungkas IAS. {detik}

fokus berita : #Ilham Arief Sirajuddin