07 Juni 2022

Nusron Wahid: Garuda Kehilangan Potensi Pendapatan Akibat Diskriminasi Kebijakan Kepabeanan

Berita Golkar - Anggota Komisi VI DPR RI Nusron Wahid meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mensikronkan kebijakan kepabeanan di gudang e-commerce dalam bandara Soekarno Hatta.

Sebab, menurut Nusron, saat ini terjadi diskriminasi kebijakan kepabeanan barang-barang impor melalui e-commerce pada lini satu dan lini dua.

Pada lini satu di dalamnya termasuk gudang e-commerce Garuda, setiap barang yang masuk lewat jasa penitipan barang harus diperiksa per item, termasuk manifes dan bentuk barangnya. Sementara pada lini kedua, hanya diperiksa gelondongan dan tidak dibongkar.

"Jadi terjadi diskriminasi standar pemeriksaan barang. Akibatnya Garuda kehilangan oppurtunity," kata Nusron, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Berencana Maju Pileg 2024, Airin Harap Namanya Masuk Bursa Dapil Tangerang Raya

"Hitung-hitungan kami, Garuda kehilangan pendapatan satu hari sekitar Rp 10-15 miliar," sambung Politisi Partai Golkar ini.

Nusron meminta Erick Thohir dan jajarannya untuk mengadvokasi kebijakan ke dirjen bea cukai agar standarisasi pemeriksaan barang e-commerce masuk ke bandara secara apple to apple. Kalau tidak, dampaknya barang lebih banyak masuk di lini dua.

Namun karena pemeriksaan di lini dua tidak prudent, banyak konsumen yang akan dirugikan dengan barang palsu atau bajakan. "Saya minta ditertibkan dan equal treatment. Jangan sampai negara dirugikan akibat kebijakan ini. Sebab potensi penerimaan negara menjadi menurun," tegas Nusron. {tribunnews}

fokus berita : #Nusron Wahid